Tanggung jawab orang tua terhadap anak-anaknya

Artikel ini diterjemahkan dari Duties of Parents to Their Covenant Children, tulisan Pastor Lim Jyh Jang.

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu” (Amsal 22:6).

Otoritas

Anda adalah wakil Allah, di bawah otoritas-Nya untuk melatih anak-anak Anda. Dengan demikian, Anda memiliki mandat ilahi untuk memastikan anak-anak Anda menghormati dan taat kepada Anda. Karena itu, demi Tuhan, jangan membiarkan anak-anak Anda berbicara kepada Anda dengan main-main atau memilih untuk taat atau tidak kepada Anda. Sebaliknya, berusahalah mendorong anak-anak Anda untuk menjalankan Perintah kelima dengan memenangkan penghargaan dari mereka dengan melatih mereka dalam doa disertai dengan kasih dan karunia, menyadari bahwa mereka dititipkan kepada Anda dari Tuhan.

Tingkah laku

Jangan menganggap anak-anak Anda otomatis tahu bagaimana bertingkah laku. Jika anak-anak Anda mempermalukan Anda di depan umum dengan tingkah laku mereka, seperti bersikap kasar terhadap teman-teman Anda dan orang-orang yang berumur (misalnya tidak mau menyapa mereka), ribut di gereja, tidak sopan di meja makan (misalnya makan dengan bersuara atau mengeluh tentang makanan), atau tidak mau meminjamkan mainan mereka kepada anak-anak yang lain, itu karena Anda belum melatih mereka untuk bertingkah laku. Ingatlah bahwa Anda harus melatih hati, tetapi juga tingkah laku.

Koreksi

Anda harus mengkoreksi anak-anak Anda ketika tingkah laku mereka melanggar firman Allah atau mengkontradiksi instruksi Anda. “Karena TUHAN [mengkoreksi] yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi” (Amsal 3:12, terjemahan dari King James Version). Akan tetapi ingatlah bahwa koreksi dan instruksi itu berbeda. Koreksi melibatkan teguran dan disiplin di mana si anak disadarkan bahwa ia telah berbuat salah, tetapi dalam instruksi si anak disadarkan bahwa ada cara yang lebih baik. Seorang anak yang berpakaian tidak rapi di gereja lebih memerlukan instruksi ketimbang koreksi karena ia tidak berpakaian seperti itu untuk memberontak atau tidak taat. Demikian juga seorang anak yang mengambil kata-kata yang tidak patut dari teman-temannya harus diinstruksi ketimbang dikoreksi karena ia tidak tahu kalau kata-kata itu salah.

Disiplin

Disiplin adalah bagian dari koreksi. Pemakaian rotan dalam mendisiplin bukanlah tidak Kristen. Tidak cukup seseorang hanya menegur anak yang memberontak atau berulang kali tidak taat. “Kebodohan melekat pada hati [seorang anak], tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya” (Amsal 22:15, terjemahan dari King James Version). “Jangan menolak didikan dari anakmu: ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati” (Amsal 23:13-14). Tapi ingatlah: Jangan pernah menggunakan rotan dalam kemarahan. Gunakan rotan untuk mengkoreksi, bukan untuk melepaskan frustrasi maupun untuk instruksi! Jangan pernah memukul seorang anak karena makan dengan lambat, menumpahkan makanannya, atau tidak menghafal katekismusnya dengan benar. Gunakan rotan hanya untuk mengkoreksi ketidaktaatan atau sikap memberontak, dan hanya ketika Anda sudah menenangkan diri. Ingatlah selalu untuk menjelaskan kepada anak Anda mengapa Anda memukulnya dan berapa pukulan akan ia terima. Pastikan anak Anda meminta maaf dari Anda (bukan sekedar berkata maaf), dan kemudian pulihkan relasi dengan pelukan dan doa jika mungkin.

Teladan

Latihlah anak-anak Anda melalui teladan Anda yang saleh. Ingat bahwa segala instruksi, nasehat, dan perintah Anda tidak akan berarti apa-apa bagi anak-anak Anda jika tidak didukung oleh hidup Anda sendiri. Jadi tidak ada gunanya Anda meminta anak-anak Anda memelihara kekudusan hari Sabat ketika Anda sibuk dengan kegiatan duniawi pada hari Sabat. Seseorang pernah berkata dengan baik, “Memberi anak-anak instruksi yang baik, dan teladan yang jelek, adalah semata-mata menunjukkan mereka jalan ke sorga, sementara menuntun mereka ke neraka.”

Sahabat

Jangan mengira anak-anak Anda tahu dengan siapa mereka harus berteman. Meskipun seharusnya cukup aman dalam komunitas kovenan, Anda harus melindungi anak-anak Anda dari persahabatan yang buruk khususnya di sekolah atau di sekitar rumah. Anda harus mengajari mereka tentang persahabatan! Jangan takut menasehati mereka jika Anda mendapati mereka dipengaruhi secara negatif oleh teman-teman sebaya atau senior mereka. Anak-anak Anda adalah tanggung jawab Anda! Tapi ingatlah untuk menunjukkan kasih dan kesopanan bahkan kepada mereka yang tidak Anda inginkan untuk menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak Anda.

Allah

Ingat bahwa anak Anda diciptakan dalam gambar dan rupa Allah, karena itu jangan membiarkan diri Anda berpikir bahwa anak Anda tidak dapat mengenal Allah sampai mereka lebih tua. Latihlah mereka untuk takut dan mencintai Tuhan sedini mungkin. Tolonglah mereka untuk melihat bahwa Kristus ialah kepala rumah tangga, dan bahwa mereka sedang dilatih untuk menjadi domba-domba yang taat milik Kristus daripada sekedar anak-anak papa dan mama. Jadi ingatkanlah mereka sesering mungkin bahwa Tuhan mengawasi mereka dalam segala sesuatu yang mereka lakukan, dan karena itu mereka harus menjadi anak-anak yang taat meskipun Anda tidak sedang mengawasi mereka.

Kejujuran

Latihlah anak-anak Anda untuk selalu mengatakan kebenaran, mengingat bahwa iblis ialah bapa segala kebohongan. Karena natur mereka yang korup, anak-anak Anda tidak perlu diajari untuk berbohong. Akan tetap sedini mungkin tanamkanlah kepada mereka pentingnya selalu mengatakan kebenaran sepenuhnya, baik dengan penekanan positif maupun disiplin ketika kedapatan bahwa mereka berbohong. Jangan pernah mendisiplin seorang anak jika Anda tidak yakin apakah ia berbohong atau hanya kebingungan. Saat Anda ragu, nasehatilah, tapi jangan mendisiplin.

Kejengkelan

Karena Anda dan anak-anak Anda diciptakan secara unik oleh Tuhan, dan karena Anda lebih dewasa daripada mereka, akan ada saat-saat di mana Anda menjadi jengkel karena tingkah laku mereka. Namun demikian, berusahalah untuk tidak memarahi mereka, apalagi menghukum mereka untuk setiap hal kecil yang menjengkelkan Anda. Ingatlah bahwa tanggung jawab Anda adalah membentuk mereka menjadi semakin serupa Tuhan, bukan serupa Anda. Karena itu berusahalah untuk mengkoreksi dan mendisiplin hanya untuk kesalahan-kesalahan moral dan etis. Dan ingatlah: Jika Anda sangat marah, jengkel, atau terlampau kasar terhadap anak-anak Anda, Anda akan menimbun dendam dalam hati mereka dan menjadikan mereka menjauhi Anda (Kolose 3:21). Sungguh, Anda akan mendapati mereka tidak punya motivasi untuk melakukan apapun dengan benar—karena Anda tidak pernah puas dengan apapun yang mereka lakukan!

Yesus

Kenalkan anak-anak Anda dengan Nama dan Pribadi Tuhan Yesus sedini mungkin. Jangan pernah membiarkan mereka memanggil-Nya sekedar ‘Yesus’ melainkan ‘Tuhan Yesus.’ Tolonglah mereka melihat bahwa Ia datang untuk menyelamatkan mereka dari dosa-dosa mereka, dan bahwa sebagai anak-anak kovenan, mereka harus hidup bagi-Nya dan berusaha untuk memperkenan Dia dalam segala sesuatu yang mereka lakukan, pikirkan, atau katakan.

Pengetahuan

Penyampaian pengetahuan adalah bagian yang penting dari menggembalakan domba-domba Anda. Akant tetapi ingat bahwa takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan dan hikmat (Amsal 1:7, 9:10). Karena itu jangan memisahkan melatih akal budi mereka dari melatih hati mereka. Selalu ajarilah mereka dengan kesabaran, kasih, dan kelembutan, tidak pernah dengan formalitas yang dingin, ketidaksabaran, dan kejengkelan. Cara utama menyampaikan pengetahuan kepada anak-anak Anda yaitu dengan kata-kata. Secara formal, Anda harus mengkatekisasi mereka dalam doktrin Firman, Anda harus mengajari mereka pelajaran akademis mereka, dan mengajar mereka dari Alkitab. Secara informal, Anda harus berbicara dengan mereka. Menanyakan pertanyaan yang baik adalah setengah dari pembelajaran. Karena itu Anda harus mendorong anak-anak Anda untuk menanyakan pertanyaan dengan berusaha untuk menjawab setiap pertanyaan tidak peduli bagaimana rutin dan konyol pertanyaan tersebut. Jangan pernah menertawakan pertanyaan apapun atau menyebutnya konyol. Jangan takut untuk mengatakan Anda tidak tahu jawabannya, tapi carilah dan berikan jawabannya.

Kasih

Kasih harus menutupi segala sesuatu yang Anda lakukan kepada anak-anak Anda. Namun ingat bahwa kasih bersuka cita dalam kebenaran (1 Korintus 13:6). Karena itu Anda tidak mengasihi anak-anak Anda jika Anda menghormati mereka lebih daripada Tuhan (1 Samuel 2:26) dengan membiarkan mereka menguasai Anda. Jika Anda melakukannya, Anda sedang mencobai Allah untuk mengambil mereka dari Anda. Jika Anda mengasihi mereka, Anda akan menggembalakan mereka dan menuntun mereka menjauhi jalan kematian kepada jalan kehidupan.

Ingatan

Anak-anak memiliki kapasitas ingatan yang luar biasa semasa mereka masih kecil (mungkin sampai usia 8 tahun). Karena itu tolonglah anak-anak Anda mengingat Firman Allah dan Katekismus sejak dini, bahkan sebelum mereka mulai mengerti apa yang mereka cerna. Firman Tuhan akan tinggal di permukaan hati mereka pada saat ini, namun segera ketika Surya Kebenaran menghangatkan dan mencairkan hati mereka, kebenaran yang telah mereka simpan dalam hati mereka akan dipakai oleh Roh Kudus untuk menuntun mereka dalam perjalanan hidup Kristen mereka.

Kelahiran baru

Meskipun Anda melahirkan anak-anak Anda, hanya Tuhan dapat memberi mereka kelahiran baru. Sebagai seorang percaya, Anda harus memperlakukan anak-anak Anda sebagai Kristen dan Anda dapat memiliki keyakinan kuat bahwa Allah akan, sesuai dengan kemurahan kovenan-Nya, melahirbarukan mereka jika Ia belum melakukan-Nya. Hanya rajinlah untuk membesarkan anak-anak Anda dalam takut dan didikan Tuhan, memastikan bahwa sejak kecil, mereka mengasihi sarana kasih karunia.

Ketaatan

Penting bagi Anda untuk melatih anak-anak Anda untuk taat. Ini harus meliputi sebagian besar waktu dan usaha Anda paling sedikit lima atau enam tahun pertama hidup mereka. Rasul Paulus berkata, “…” (Kolose 3:20). Karena itu, ingat bahwa jika anak-anak Anda tidak taat kepada Anda dalam sesuatu yang benar, mereka berdosa terhadap Allah. Jadi, jika Anda ingin membimbing mereka dalam jalan Tuhan, Anda harus melatih mereka menaati Anda. Ketaatan tidak boleh ditunda, dibantah, dan dihindari apakah Anda menjelaskan atau tidak mengapa Anda meminta apa yang Anda minta. Sesungguhnya, Anda tidak harus menjelaskan setiap perintah atau permintaan Anda. Ketidaktaatan karena alasan apa pun seharusnya menghasilkan disiplin dan permintaan maaf dari Tuhan dan dari Anda.

Doa

Doa merupakan elemen yang tidak dapat dikesampingkan dalam Anda mendidik anak-anak Anda. Berdoalah untuk kasih karunia dan pertolongan untuk membesarkan anak-anak Anda dalam didikan dan ajaran Tuhan. Berdoalah juga untuk mereka setiap hari supaya Tuhan mengampuni dosa-dosa mereka (Ayub 1:5), menjaga mereka dari yang jahat, dan menyucikan mereka melalui sarana-sarana. Lakukanlah ini sendiri dan bersama pasangan Anda secara pribadi, maupun dalam ibadah keluarga. Dan jangan mengabaikan untuk mengajar anak-anak Anda berdoa dan membiasakan diri berdoa. Ajarlah mereka yang masih kecil untuk berdoa menggunakan bentuk doa seperti Doa Bapa Kami, namun ajarlah mereka yang, katakanlah, lima tahun ke atas untuk berdoa secara spontan. Ajarlah mereka berdoa dengan rasa hormat dalam sikap dan postur di hadapan Tuhan. Karena itu ajarlah mereka berdoa berdiri di depan publik dan berlutut pada saat sendiri, dengan tangan terlipat dan mata tertutup supaya mereka tidak terganggu dalam tindakan yang suci ini.

Pertengkaran

Bahkan orang dewasa bertengkar, apalagi anak-anak yang pada hatinya melekat kebodohan (Amsal 22:15). Karena itu belajarlah bagaimana menangani pertengkaran anak-anak. Aturan pertama yaitu: Jangan ikut campur ketika anak Anda bertengkar dengan anak lain di gereja. Anda harus berpihak pada anak Anda untuk alasan yang benar sama seperti Yoas berpihak pada Gideon (Hakim-hakim 6:29-31), tapi jangan mendekati orang tua anak yang lain untuk membicarakan anak mereka ketika ada pertengkaran antara anak mereka dan anak Anda. Nasehatilah anak Anda untuk mengusahakan perdamaian, atau pengampunan seperti pola Matius 18:15-17, mengingat bahwa betapa kelihatan tidak bersalahnya anak Anda, ia cenderung menampilkan dirinya sebagai malaikat dan lawannya sebagai si jahat. Karena inilah, campur tangan orang tua hampir selalu menjadikan hal-hal lebih buruk dan bahkan bisa mengakibatkan permusuhan antar keluarga dalam gereja! Nasehatilah anak Anda dan kemudian biarkanlah ia mengatasi masalahnya dan Anda akan mendapati bahwa seringkali mereka akan menjadi teman lagi dalam waktu yang singkat. Aturan kedua yaitu ketika anak-anak Anda bertengkar, daripada memukul kedua belah pihak (yang mungkin diperlukan jika mereka melakukan kekerasan fisik terhadap satu sama lain), nasehatilah mereka dengan Huku ke-6, dan kemudian mintalah mereka duduk bersama dalam pengawasan Anda. Jangan membiarkan mereka pergi sampai mereka meminta maaf dari satu sama lain dan berdoa bersama.

Peraturan

Demi keteraturan keluarga, adalah baik untuk menerapkan peraturan di samping Sepuluh Hukum. Anda bisa menerapkan peraturan Kamar, seperti “Mainan tidak boleh ditinggalkan di lantai ketika tidak sedang dipakai.” Anda bisa menerapkan peraturan Meja Makan, seperti “Apapun yang ada di piring harus dihabiskan tanpa mengeluh;” dan “Jangan meninggalkan meja makan sebelum berterima kasih kepada siapapun yang menyiapkan makanan, dan meminta izin untuk pergi dari siapapun yang duduk di kepala meja.” Anda bisa menerapkan peraturan Ibadah Keluarga seperti: “Segeralah berkumpul ketika bel dibunyikan” dan “Mainan tidak boleh dipegang selama ibadah.” Jangan menerapkan terlalu banyak peraturan, tapi ketika Anda menerapkan peraturan, pastikan Anda menerapkannya dengan sanksi yang tepat.

Sabat

Sabat adalah waktu yang ditetapkan Tuhan bagi istirahat dan ibadah. Adalah tugas kita sebagai orang tua untuk memastikan anak-anak kita memelihara kekudusan hari Sabat (Keluaran 20:10). Karena itu pastikan anak-anak Anda tidur awal pada hari Sabtu. Kemudian ketika hari Sabat tiba, ingatkan mereka bahwa itu hari Sabat. Ingatkan mereka bahwa Sabat adalah hari kudus Tuhan yang dikhususkan bagi ibadah, dan bukan untuk bermain atau rekreasi. Ingatkanlah mereka bagaimana mereka harus bersikap ketika mereka pergi ke gereja, misalnya tidak berlarian. Dan ingatlah untuk tidak membiarkan mereka untuk mengutamakan diri sendiri pada hari Sabat. Sebisa mungkin ketika beristirahat di rumah, ajaklah mereka menyanyikan mazmur, membaca Alkitab dan buku-buku Kristen yang baik, atau belajar katekismus. Bantulah mereka menikmati Sabat ketimbang membencinya.

Waktu

“Waktu telah singkat” (1 Korintus 7:29). Waktu yang Anda miliki bersama anak-anak Anda sangat terbatas, karena itu maksimalkan waktu yang Anda miliki bersama mereka. Bersamaan dengan itu, latihlah anak-anak Anda untuk memanfaatkan waktu. Anda harus mengizinkan anak-anak Anda bermain, tapi latihlah mereka untuk bermain hanya jika tiba waktunya untuk bermain, dan latihlah mereka untuk bersungguh-sungguh melakukan apapun yang ditugaskan kepada mereka tanpa menjadi terganggu.

Pengertian

Berusahalah mengerti keunikan setiap anak. Untuk itu Anda harus berkomunikasi dengan anak-anak Anda. Ingatlah untuk tidak jatuh ke dalam perangkap berkata-kata kepada anak-anak Anda secara kasar! Berbincanglah dengan mereka dan berusahalah mengerti mereka. Jangan melonggarkan prinsip ketaatan sesuai dengan karakter setiap anak, namun bantulah setiap mereka untuk mengatasi kelemahan dan pencobaannya yang spesifik. Hindari membandingkannya dengan anak yang lain. Hindari favoritisme dalam bentuk apapun. Karena itu ingatlah untuk memuji anak Anda kapanpun ia melakukan sesuatu dengan baik, dalam cara yang tidak merendahkan yang lain atau menimbulkan iri hati maupun persepsi favoritisme.

Nilai-nilai

Ingatlah untuk tidak hanya mengajarkan perilaku namun juga nilai-nilai Kristiani. Nilai-nilai harus diajarkan sejak dini. Ajarlah anak-anak Anda nilai-nilai dengan mengingat Sepuluh Hukum, kitab Amsal, dan bagian-bagian seperti Roma 12. Mintalah anak-anak Anda mengingat sebanyak mungkin instruksi Alkitabiah ini. Ingatlah juga untuk mengajarkan ketaatan, kejujuran, kasih, sopan santun, kesetiaan, belas kasihan, perhatian, kerendahan hati, kelembutan, ketidakegoisan, kesabaran, hati yang menerima, sifat hemat, rasa bersyukur, keteraturan, penguasaan diri, dan kebijaksanaan. Dan ingatlah untuk menekankan apa yang mereka pelajari dengan menghimbau mereka untuk mempraktekkan nilai-nilai yang mereka pelajari. Contohnya, ajarlah mereka untuk suka menolong dengan menolong orang tua atau ibu-ibu yang sibuk menjaga bayi yang masih kecil. Sama seperti itu, ajarlah mereka untuk bersyukur dengan berterima kasih kepada ibu mereka untuk masakan serta guru-guru dan pendeta mereka.

Peringatan

Ada tempat bagi peringatan sebagaimana Tuhan juga memperingati umat-Nya untuk berbalik dari dosa mereka supaya jangan Ia memukul mereka (lihat Wahyu 2:5,16;3:3). Akan tetapi, ingat bahwa anak-anak dilatih melalui segala sesuatu yang Anda lakukan. Jika Anda terbiasa memperingati ketimbang mendisiplin mereka karena ketidaktaatan, Anda akan melatih anak-anak Anda untuk menunggu peringatan sebelum taat. Jadi jangan pernah mengeluarkan instruksi dan kemudian jika si anak tidak taat, bertanya kepadanya: “Mau dipukul ya?” Berikan instruksi Anda dengan jelas; dan pastikan anak-anak Anda terlatih untuk mengetahui bahwa ketika Anda berbicara untuk pertama kali, itu juga yang terakhir kali, dan ketidaktaatan menghasilkan hukuman!

Sakit hati

Jangan menyakiti hati anak-anak Anda. Menyakiti hati yaitu menimbulkan kemarahan, sebagaimana dikatakan rasul Paulus: “… janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Efesus 6:4; bdk. Kolose 3:21). Bagaimana Anda menyakiti hati anak-anak Anda? Dengan terlalu banyak rewel untuk setiap kesalahan mereka. Juga dengan bersikap tidak konsisten—seperti menuntut satu hal pada suatu hari dan hal yang lain yang bertentangan keesokan harinya, atau menuntut satu hal dari anak yang satu, dan hal yang lain dari anak yang lain (berstandar dobel). Demi mencegah menyakiti hati anak-anak Anda, dengan demikian, terapkanlah peraturan Anda, namun beritahukanlah itu kepada anak-anak Anda. Jangan menghukum pelanggaran peraturan apapun yang belum diberitahukan kepada anak-anak Anda.

Teriak

Tidak ada tempat bagi teriakan dalam pendidikan Kristen. Cobaan untuk meneriaki anak-anak Anda akan besar adanya karena dosa, tapi Anda harus memohon kasih karunia Tuhan setiap hari untuk melawan pencobaan ini. Keluarga Kristen haruslah damai. Jika Anda harus meneriaki anak Anda, itu berarti ia perlu dipukul. Lakukanlah setelah menenangkan diri Anda dengan doa, tapi jangan berteriak. Jika Anda mendapati anak-anak Anda saling meneriaki satu sama lain, ini karena Anda meneriaki mereka (atau lebih parah, meneriaki pasangan Anda)!

Semangat

Bersemangatlah dalam mendidik anak-anak Anda. Ini adalah mandat dari Bapa Anda di sorga. Keselamatan dan kegunaan mereka dalam Kerajaan Kristus dalam banyak hal tergantung pada kesetiaan Anda pada tugas yang agung dan menantang yang telah diberikan kepada Anda. Karena itu, kiranya dikatakan tentang Anda apa yang Allah katakan tentang Abraham: “Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya Tuhan memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya” (Kejadian 18:19).

Rekomendasi bacaan:
Jacobus Koelman, The Duties of Parents (Baker Academic, translated 2003, 173 hal.).
Tedd Trip, Shepherding a Child’s Heart (Shepherd Press, 1995, 215 hal.).
J. Richard Fugate, What the Bible Says About Child Training (Alpha Omega Publication, 1980, 288 hal.).
J. C. Ryle, The Duties of Parents.
Thomas Vincent, The Shorter Catechism of the Westminster Assembly Explained and Proved from Scripture (BOT, 1980, r. 1674, 282 hal.).


About this entry