Kesalahan-kesalahan mengenai pertobatan (2)

Pertobatan bukanlah memasang lencana Kristus dalam baptisan. Ananias dan Safira, dan Simon Magus dibaptis seperti yang lain. Betapa banyak yang membuat kesalahan di sini, menipu dan ditipu; bermimpi bahwa kasih karunia yang menyelamatkan pasti berkaitan dengan pelaksanaan baptisan secara lahiriah, sehingga setiap orang yang dibaptis juga dilahirbarukan, bukan hanya secara sakramen, tapi sungguh-sungguh dan sepantasnya. Dengan demikian orang-orang mengira bahwa karena mereka dilahirbarukan ketika dibaptis, mereka tidak memerlukan usaha lebih jauh. Tapi jika ini benar, semua yang telah dibaptis pasti selamat, karena janji pengampunan dan keselamatan diperuntukkan bagi mereka yang bertobat dan dilahirbarukan (Kisah Para Rasul 3:19; Matius 19:28). Dan tentu, seandainya pertobatan dan baptisan itu sama, orang tidak akan perlu apa-apa selain membawa sertifikat baptisan mereka ketika mereka mati, dan dengan bukti sertifikat ini tidak ada keraguan akan penerimaan mereka ke dalam sorga.

Singkatnya, jika pertobatan, atau regenerasi, tidak lebih daripada baptisan, ini akan bertentangan langsung dengan ayat Alkitab, Matius 7:13-14, dan banyak yang lain. Jika ini benar, kita tidak akan berkata lagi, ‘sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan’ karena jika semua yang dibaptis diselamatkan, pintu itu terlalu lebar, dan kita akan berkata, ‘Lebarlah pintu dan lebarlah jalan yang menuju kepada kehidupan.’ Jika ini benar, banyak orang akan masuk; dan kita tidak perlu mengajar lagi bahwa orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, atau bahwa kita perlu bersemangat memiliki kerajaan sorga, dan berjuang untuk masuk (1 Petrus 4:18; Matius 11:12; Lukas 13:24). Tentu, jika jalannya semudah yang dikira banyak orang, bahwa hampir tidak perlu apa-apa lagi selain dibaptis dan berseru, ‘Tuhan, kasihanilah aku,’ kita tidak perlu mencari, mengetuk, dan berjuang, sebagaimana Firman menuntut kita untuk selamat. Lagi, jika ini benar, kita tidak perlu lagi berkata, ‘sedikit orang yang mendapatinya;’ kita lebih baik berkata, ‘Sedikit orang yang meluputkannya.’ Kita tidak akan lagi berkata, bahwa dari banyak yang dipanggil, hanya ‘sedikit yang dipilih’ (Matius 22:14), dan bahwa bahkan dari Israel yang mengaku percaya hanya sisanya akan diselamatkan (Roma 9:27). Jika doktrin ini benar, kita tidak akan lagi berkata bersama murid-murid, ‘Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?’ melainkan, ‘Siapakah yang tidak dapat diselamatkan?’ Dengan demikian, jika seseorang dibaptis, meskipun ia cabul, pemfitnah atau kikir, atau pemabuk, ia akan mendapatkan kerajaan Allah! (1 Korintus 5:11 dan 6:9,10).

Tapi beberapa akan menukas, ‘Mereka ini, meskipun mereka menerima kasih karunia yang melahirbarukan melalui baptisan, kemudian merosot, dan harus diperbarui lagi, atau jika tidak mereka tidak dapat diselamatkan.’

Aku menjawab, 1. Ada kaitan yang tak dapat disangkal antara regenerasi dan keselamatan, seperti kita telah tunjukkan. 2. Maka orang harus sekali lagi dilahirbarukan, yang merupakan suatu hal yang absurd. Kita bisa juga berharap orang dilahirkan dua kali secara jasmani seperti dua kali dilahirkan dalam kasih karunia! Tapi, 3, dan lebih dari semua itu, ini mendukung apa yang aku pegang, bahwa apapun yang orang lakukan atau berpura-pura untuk menerima dalam baptisan, jika mereka setelah itu ditemukan secara nyata tidak peduli, atau najis, atau legalistik, tanpa kuasa kesalehan, mereka ‘harus dilahirkan kembali’ (Yohanes 3:7) atau jika tidak, ditutup dari kerajaan Allah. Jadi mereka tentu memerlukan sesuatu yang lebih untuk membela diri mereka ketimbang regenerasi baptisan mereka.

Di sini engkau melihat bahwa semuanya setuju, bahwa, entah apa yang diterima dalam baptisan, jika orang-orang secara nyata tidak kudus, mereka harus diperbarui dengan perubahan yang menyeluruh dan berkuasa, atau jika tidak mereka tidak dapat lari dari hukuman neraka. ‘Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.’ Apakah itu baptisanmu, atau apapun yang engkau sandiwarakan, aku memberi tahu engkau dari Allah yang hidup, bahwa jika siapapun dari engkau adalah orang yang tidak berdoa, atau pencemooh, atau pencinta pergaulan yang bebal (Amsal 13:20), singkatnya, jika engkau bukan seorang Kristen yang kudus, ketat, dan menyangkal diri, engkau tidak dapat diselamatkan (Ibrani 12:14; Matius 15:14).

(bersambung…)


About this entry