Kesalahan-kesalahan mengenai pertobatan (4)

Pertobatan bukanlah sekedar menahan kejahatan melalui pendidikan, hukum, atau kekuatan penderitaan. Sangatlah biasa dan mudah untuk mengira anugerah sebagai pendidikan; tapi seandainya ini cukup, siapa yang lebih baik daripada Yoas? Selama Yoyada, pamannya, hidup, ia sangat giat dalam melayani Tuhan, dan menyerukan perbaikan rumah Tuhan (2 Raja-raja 12:2,7). Tapi di sini tidak ada apa-apa melebihi pendidikan yang baik selama ini; karena ketika tutornya yang baik diambil ia nampaknya hanyalah seekor serigala yang dirantai, dan jatuh ke dalam penyembahan berhala.

Singkatnya, pertobatan tidak terdiri dari iluminasi atau keyakinan atau perubahan superfisial atau reformasi parsial. Seorang yang murtad bisa jadi seorang yang diterangi hatinya (Ibrani 6:4), seorang Felix menjadi takut ketika diyakinkan (Kisah Para Rasul 24:25), dan seorang Herodes mengerjakan banyak hal (Markus 6:20). Adalah satu hal bagi seseorang untuk disadarkan dosanya hanya oleh keyakinan, dan adalah hal lain untuk disalibkan dosanya oleh anugerah yang mempertobatkan. Banyak orang, karena digelisahkan oleh kesadaran akan dosa-dosa mereka, mengira mereka baik-baik saja, karena dengan sangat disayangkan mengira pertobatan sebagai kesadaran. Dengan kesadaran semacam ini, Kain bisa lulus sebagai seorang yang bertobat, yang berlari ke sana kemari dalam dunia seperti seseorang yang terganggu, di bawah kemarahan nurani yang bersalah, hingga ia menekannya dengan pembangunan dan bisnis. Yang lain mengira bahwa karena mereka sudah meninggalkan jalan mereka yang memberontak, dan telah melepaskan pergaulan yang buruk atau nafsu tertentu, dan telah menjadi tenang dan sopan, mereka sekarang adalah petobat-petobat sejati. Mereka lupa bahwa ada perbedaan yang lebar antara menjadi kudus dan menjadi sopan. Mereka lupa kalau banyak yang berusaha masuk ke dalam kerajaan sorga, dan tidak jauh darinya, dan nyaris Kristen, namun akhirnya tidak mencapainya. Ketika hati nurani memegang cambuk atas mereka, banyak yang akan berdoa, mendengar, membaca, dan menahan diri untuk tidak melakukan dosa-dosa yang menarik; namun segera setelah singa itu tidur mereka kembali dalam dosa-dosa mereka lagi. Siapakah yang lebih saleh dari orang-orang Yahudi ketika tangan Tuhan menekan mereka? Namun segera setelah penderitaan berakhir, mereka melupakan Tuhan. Engkau mungkin sudah meninggalkan sebuah dosa yang begitu sulit, dan telah lepas dari kekotoran dunia ini, tetapi dalam semuanya ini belum mengubah natur kedaginganmu.

Engkau bisa mengambil sebongkah timah hitam dan membentuknya menjadi sebuah tanaman, kemudian menjadi seekor hewan, dan kemudian menjadi seorang manusia; tapi dalam semuanya itu ia tetap timah hitam. Demikian juga manusia bisa melalui berbagai perubahan, dari ketidaktahuan menuju pengetahuan, dari kekafiran menuju kesopanan, dan kemudian menuju suatu bentuk keagamaan, dan dalam semuanya itu ia tetap duniawi dan tidak dilahirbarukan, naturnya tetap tidak berubah.

Dengarlah, O orang-orang berdosa, dengarlah jika engkau ingin hidup. Mengapakah engkau harus menipu dirimu sendiri, atau membangun harapanmu di atas pasir? Aku tahu dia yang akan mencabut harapanmu akan menemuinya sulit. Itu tidak akan menyenangkan bagimu, dan sungguh itu tidak menyenangkan bagiku. Aku melakukannya seperti seorang dokter bedah yang akan memotong anggota badan yang mati dari sahabat yang dikasihinya, yang harus ia lakukan, walaupun dengan hati yang pilu. Tapi mengertilah, aku hanya meruntuhkan rumah yang rusak, yang jika tidak akan runtuh sendiri dengan segera dan menguburmu dalam puing-puing, supaya aku boleh membangunnya dengan baik, kuat, dan kokoh selamanya. Harapan orang jahat menjadi sia-sia (Amsal 11:7). Dan tidakkah lebih baik, O orang berdosa, untuk membiarkan Firman meyakinkan engkau sekarang, dan untuk melepaskan harapanmu yang salah dan menipu, daripada membiarkan kematian membuka matamu dengan terlambat, dan menemukan dirimu di neraka sebelum engkau menyadarinya? Aku akan menjadi seorang gembala yang palsu dan tidak beriman jika aku tidak memberi tahu engkau, bahwa engkau yang telah membangun harapanmu di atas dasar yang tidak lebih baik dari apa yang telah disebutkan sebelumnya, masih berada dalam dosa-dosamu. Biarkan hati nurani berbicara. Apa yang engkau miliki untuk memohon? Apakah engkau memakai seragam Kristus; engkau memasang nama-Nya; engkau anggota gereja yang kelihatan; engkau punya pengetahuan dalam poin-poin keagamaan, engkau sopan, melaksanakan kewajiban keagamaan, adil dalam kelakuanmu, digelisahkan dalam nuranimu karena dosa-dosamu? Aku beri tahu engkau dari Tuhan, permohonan-permohonan ini tidak akan pernah diterima menurut standar Tuhan. Semuanya ini, meskipun baik pada dirinya sendiri, tidak akan membuktikan engkau sudah bertobat, dan karena itu tidak akan cukup bagi keselamatanmu. O lihatlah, dan berniatlah untuk berpaling dengan segera dan menyeluruh. Pelajarilah hatimu sendiri; jangan beristirahat hingga Tuhan telah bekerja dengan tuntas dengan engkau; karena engkau harus menjadi orang lain, atau engkau menjadi orang yang terhilang.

Tapi jika orang-orang ini kurang sedikit dari pertobatan, apa yang aku hendak katakan mengenai orang kafir? Mungkin ia hampir tidak akan mengarahkan matanya pada, atau memalingkan telinganya kepada pembahasan ini; tapi jika ada pembacaan atau pendengaran seperti itu, ia harus tahu dari Tuhan yang menciptakannya, bahwa ia jauh dari kerajaan Allah. Seseorang boleh bergaul dengan gadis-gadis yang bijak, namun ditolak; dan tidakkah sekelompok orang-orang bebal akan lebih dihancurkan? Seseorang boleh benar dalam kelakuannya, dan tidak dibenarkan di hadapan Tuhan. Apa yang akan terjadi denganmu, O orang bejat, yang diberi tahu oleh hati nuranimu bahwa engkau salah dalam kelakuanmu dan salah dalam ucapanmu? Jika manusia bisa dicerahkan dan melakukan kewajiban-kewajiban suci secara lahiriah, tetapi menuju kebinasaan karena berdiam di dalam itu semua dan berada di sisi yang satu dari pertobatan; apa yang akan terjadi denganmu, O keluarga-keluarga malang yang hidup tanpa Tuhan dalam dunia? Apa yang akan terjadi denganmu, O orang berdosa yang bejat, yang hampir tidak pernah memikirkan tentang Tuhan; yang begitu tidak tahu sehingga engkau tidak dapat berdoa, atau begitu tidak peduli sehingga engkau tidak berdoa? O akuilah dosamu dan bertobatlah, lepaskanlah dosa-dosamu dengan kebenaran. Pergilah kepada Kristus untuk mendapat pengampunan dan anugerah yang memperbarui. Serahkanlah dirimu kepada-Nya, untuk berjalan dengan-Nya dalam kesucian, atau engkau tidak akan pernah melihat Tuhan. O jika saja engkau mendengar peringatan-peringatan Allah! Dalam nama-Nya aku sekali lagi memperingatkan engkau. Berpalinglah kamu kepada teguranku. Buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup. Sadarlah, jadilah benar, dan saleh. Tahirkanlah tanganmu, kamu orang-orang berdosa; sucikanlah hatimu, kamu yang mendua hati. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik (Amsal 1:23 dan 9:6; Titus 2:12; Yakobus 4:8; Yesaya 1:16-17). Tapi jika engkau bersikeras dalam dosamu, engkau harus binasa.


About this entry