Natur pertobatan (3)

3: Alat pertobatan bersifat personal dan nyata.
[1] Alat yang bersifat personal yaitu pelayanan. ‘Akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil’ (1 Korintus 4:15). Pelayan-pelayan Kristus adalah mereka yang diutus untuk membuka mata manusia, dan memalingkan mereka kepada Tuhan (Kisah Para Rasul 26:18). O dunia yang tidak tahu berterima kasih! Engkau tidak tahu engkau sedang melakukan apa ketika engkau menganiaya utusan-utusan Tuhan. Inilah mereka yang urusannya ialah, di bawah Kristus, untuk menyelamatkanmu. Siapakah yang engkau cela dan engkau hujat? (Yesaya 37:23). Mereka ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi yang menunjukkan kepadamu jalan keselamatan (Kisah Para Rasul 16:17), dan engkau mengadakan pembalasan demikian, O orang yang bebal dan tidak bijaksana? (Ulangan 32:6). O anak-anak yang tidak tahu berterima kasih, terhadap siapakah engkau bermain-main? Mereka ini adalah alat-alat yang Tuhan pakai untuk mempertobatkan dan menyelamatkan orang-orang berdosa: dan engkau mencaci maki dokter-doktermu, dan melemparkan pilot-pilotmu keluar? ‘Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.’

[2] Alat yang nyata adalah Firman. Kita dilahirkan oleh firman kebenaran. Inilah yang mencerahkan mata, yang mempertobatkan jiwa (Mazmur 19:7,8), yang memberi hikmat dan menuntun kita kepada keselamatan (2 Timotius 3:15). Inilah benih yang tidak fana yang olehnya kita dilahirkan kembali (1 Petrus 1:23). Jika kita dibasuh, itu oleh Firman (Efesus 5:26). Jika kita dikuduskan, itu melalui kebenaran (Yohanes 17:17). Ini melahirkan iman, dan melahirkan kita (Roma 10:17; Yakobus 1:18).

O engkau orang-orang kudus, betapa engkau seharusnya mencintai Firman, karena olehnya engkau dipertobatkan! Engkau yang telah merasakan kekuatan pembaruannya, pakailah Firman selagi engkau hidup; senantiasa bersyukur karenanya. Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu di tanganmu, taruhlah itu di dadamu. Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya (Amsal 6:21-22). Katakanlah bersama pemazmur, ‘Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku’ (Mazmur 119:93). Engkau yang belum bertobat, bacalah Firman dengan rajin; berkerumunlah ke tempat di mana Firman dikhotbahkan dengan berkuasa. Berdoalah untuk datangnya Roh dalam Firman. Datanglah dari lututmu kepada khotbah, dan datanglah dari khotbah kepada lututmu. Khotbah tidak berbuah karena tidak disirami dengan doa dan air mata, ataupun diselimuti dengan meditasi.

(bersambung…)


About this entry