Natur pertobatan (5)

5: Subjek pertobatan adalah orang berdosa yang dipilih, dalam segala pribadi dan keberadaannya. Siapa yang dipredestinasi Tuhan, mereka saja yang dipanggil-Nya (Roma 8:30). Tak seorangpun ditarik kepada Kristus melalui panggilan, atau datang kepada-Nya melalui percaya, kecuali domba-Nya, mereka yang Bapa berikan kepada Kristus (Yohanes 6:37,44). Panggilan efektif berjalan paralel dengan pemilihan kekal (2 Petrus 1:10).

Engkau mulai dari ujung yang salah jika engkau pertama-tama mempertanyakan pemilihanmu. Buktikan pertobatanmu, dan kemudian tidak usah lagi meragukan pemilihanmu. Jika engkau belum dapat membuktikannya, berpalinglah secara total sekarang. Apapun rencana Tuhan, yang rahasia, aku yakin janji-janji-Nya jelas. Betapa sia-sianya pemberontak berargumen! ‘Jika aku dipilih aku akan diselamatkan, apapun yang kulakukan. Jika tidak, aku akan dihukum, apapun yang kulakukan.’ Orang berdosa yang sesat, akankah engkau mulai di mana engkau seharusnya berakhir? Tidakkah firman itu di hadapanmu? Apa katanya? ‘Sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan.’ ‘Jika kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.’ ‘Percayalah dan engkau akan selamat’ (Kisah Para Rasul 3:19; Roma 8:13; Kisah Para Rasul 16:31). Apa yang lebih jelas dari itu? Jangan berdiri diam mempertanyakan pemilihanmu, tapi bertobat dan percayalah. Mintalah kepada Tuhan kasih karunia yang mempertobatkan. Hal-hal yang dinyatakan adalah milikmu; dalam hal-hal ini bersibuklah. Adalah adil, seperti seseorang mengatakannya, kalau mereka yang tidak ingin makan makanan yang sederhana dari Firman akan tersedak oleh tulang-tulang. Apapun rencana Tuhan, aku yakin janji-janjinya benar. Apapun ketetapan sorga, aku yakin kalau aku bertobat dan percaya aku akan diselamatkan; dan jika aku tidak bertobat, aku akan dihukum. Bukankah ini dasar yang datar buatmu; dan akankah engkau masih berlari di atas batu-batu karang?

Lebih khusus, perubahan pertobatan ini menjangkau keseluruhan diri manusia. Seorang yang bersifat kedagingan bisa memiliki perca-perca moral yang baik, namun ia tidak pernah baik sampai keseluruhan kain. Pertobatan bukanlah memperbaiki bangunan tua; tapi merobohkan seluruhnya, dan membangun struktur yang baru. Pertobatan bukanlah menambal tambalan kekudusan; tapi kepada petobat sejati, kekudusan ditenun ke dalam seluruh kekuatan, prinsip, dan kelakuannya. Seorang Kristen yang sungguh-sungguh adalah rangkaian yang baru, dari fondasi sampai batu penjurunya. Ia manusia baru, ciptaan baru; yang baru sudah datang (2 Korintus 5:17). Pertobatan adalah pekerjaan yang mendalam, pekerjaan hati. Pertobatan menghasilkan seorang manusia baru dalam dunia yang baru. Pertobatan meliputi keseluruhan diri manusia, pikiran, anggota tubuh, dan kelakuan seluruh hidupnya.

(bersambung…)


About this entry