Natur pertobatan (9)

[2] Anggota-anggota tubuh.
Mereka ini yang sebelumnya adalah alat-alat dosa, sekarang menjadi alat-alat suci bait hidup Kristus. Ia yang sebelumnya tidak menghormati tubuhnya, sekarang memilikinya dalam kekudusan dan kehormatan, dalam pengendalian diri, kemurnian, dan ketenangan, dan mendedikasikannya kepada Tuhan.

Mata, yang dulu adalah mata yang berkelana, mata yang liar, mata yang congkak, mata yang tamak, sekarang dipekerjakan, seperti mata Maria, dalam menangisi dosa-dosanya, dalam memandang Tuhan dalam karya-Nya, dalam membaca Firman-Nya, atau dalam mencari objek belas kasih dan kesempatan untuk melayani Dia.

Telinga, yang dulu terbuka kepada panggilan Setan, dan yang tidak menikmati apapun seperti menikmati perkataan yang kotor, atau paling tidak perkataan berbusa, dan tawa orang-orang bodoh, sekarang dilubangi kepada pintu rumah Kristus, dan terbuka bagi murid-murid-Nya. Ia berkata, ‘Berbicaralah, Tuhan, sebab hamba-Mu ini mendengar.’ Ia menunggu firman-Nya seperti hujan, dan dalam sanubarinya disimpannya ucapan mulut-Nya (Ayub 23:12), lebih daripada madu dan madu tetesan dari sarang lebah (Mazmur 19:10).

Kepala, yang dulu penuh dengan rancangan-rancangan duniawi, sekarang diisi dengan hal-hal lain, dan siap untuk mempelajari kehendak Tuhan, dan orang tersebut menggunakan kepalanya, bukan untuk apa yang diperolehnya tetapi sebagai kewajibannya. Pikiran dan perhatian yang mengisi kepalanya yaitu, utamanya, bagaimana ia boleh menyenangkan Tuhan dan melarikan diri dari dosa.

Hatinya, yang dulu adalah kandang nafsu-nafsu kotor, sekarang menjadi altar dupa, di mana api kasih ilahi terus menyala, dan yang darinya korban doa dan pujian sehari-hari, dan dupa harum keriduan yang suci, seruan dan doa, terus-menerus dipanjatkan.

Mulut menjadi sumur kehidupan; lidahnya seperti perak pilihan, dan bibirnya memberi makan banyak orang. Sekarang garam kasih membumbui perkataannya, memakan habis korupsi (Kolose 4:6), dan membersihkan orang itu dari percakapan kotor, rayuan, kesombongan, cercaan, kebohongan, kutukan, pengkhianatan, yang pernah keluar seperti kilat dari neraka yang ada dalam hatinya (Yakobus 3:6). Kerongkongan, yang dulunya adalah kuburan ternganga, sekarang mengirimkan nafas harum doa dan percakapan suci, dan orang tersebut berbicara dalam bahasa yang berbeda, dalam bahasa Kanaan, dan tidak pernah sebaik ketika berbicara tentang Tuhan dan Kristus, dan hal-hal dunia yang lain. Mulutnya membawa hikmat; lidahnya menjadi terompet perak untuk memuji Penciptanya, kemuliaannya, dan anggota terbaik yang ia miliki.

Di sini engkau akan menemukan orang munafik kekurangan. Ia mungkin berbicara seperti malaikat, tapi ia memiliki mata yang serakah, atau ketidakbenaran ada dalam tangannya. Tangannya putih, tapi hatinya penuh kebusukan (Matius 23:27), panas dengan nafsu, kesombongan, dan kedengkian. Bisa jadi, seperti patung Nebukadnezar, ia memiliki kepala emas—pengetahuan yang banyak; tapi ia memiliki kaki tanah liat—afeksi-afeksinya duniawi, ia memikirkan hal-hal duniawi, dan mementingkan kesenangan badaniah. Perubahannya tidak menyeluruh.

(bersambung…)


About this entry