Pengobatan terhadap kemerosotan rohani

Artikel berikut ini diambil dari Buletin Pilgrim Covenant Church, tanggal 21 Mei 2000. Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya, Gejala-gejala kemerosotan rohani. Artikel ini ditulis oleh Pastor Lim Jyh Jang.

Di artikel sebelumnya, kita mengidentifikasi beberapa gejala kemerosotan rohani. Saya percaya Anda sudah menyempatkan diri untuk membacanya dan menguji diri Anda dengan jujur di hadapan Tuhan. Saya percaya bahwa Anda paling sedikit sadar kalau Anda memiliki tanda-tanda kemerosotan pribadi. Jika Anda betul-betul peduli untuk berjalan benar bersama Kristus (bdk. Kolose 2:6), dan jika Anda peduli supaya panggilan dan pilihan Anda makin teguh (2 Petrus 1:10), Anda harus tidak hanya sadar tapi mengaku jika Anda mengalami kemerosotan.

Ketakutan saya yaitu bahwa banyak orang semata-mata tidak peduli dan masa bodoh, bahwa ada kemungkinan mereka kembali ke jalan yang sesat: hanya untuk menyadari ketika sudah terlambat—seperti lima gadis yang bodoh—bahwa mereka tidak siap untuk bertemu Tuhan. Seseorang mungkin bertanya: kenapa aku harus peduli? Jika aku seorang pilihan Allah, aku tentu akan diselamatkan pada akhirnya, tapi jika bukan, tidak masalah apa pun yang kulakukan sekarang. Pertanyaan ini terdengar logis awalnya, tapi betapa berbahayanya pola pikir seperti ini, yang sebenarnya sama dengan mencobai Tuhan (Matius 4:7).

Pertama-tama, bukan saja berbahaya tapi juga dilarang bagi kita untuk mengatur hidup kita berdasarkan kehendak rahasia Tuhan: “Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini” (Ulangan 29:29).

Kedua, firman Tuhan berbicara tentang tanggung jawab kita terhadap kehendak Allah yang dinyatakan. Kita tidak berkata, seperti sebagian orang, bahwa lima puluh persen keselamatan kita adalah kedaulatan Allah dan lima puluh sisanya adalah tanggung jawab kita. Ini Arminianisme murni. Kita berkata bahwa meskipun keselamatan kita sepenuhnya adalah karena kasih karunia Allah yang berdaulat, namun Allah menuntut kita bertanggung jawab secara total atas tindakan-tindakan kita. Perhatikan bagaimana rasul Paulus menyinggung fakta ini: “Saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Filipi 2:12-13). Kita harus mengakui semua pemberian yang baik, termasuk iman, pertobatan, dan mengerjakan kehendak-Nya, berasal dari Allah (Yakobus 1:17; Efesus 2:8; Kisah Para Rasul 11:18; 2 Timotius 2:25). Namun, kita bertanggung jawab untuk menaati perintah-perintah Allah untuk percaya dan bertobat dan berjalan dalam hidup yang baru (Markus 1:15; Kisah Para Rasul 17:30; Roma 6:4).

Ketiga, Alkitab mengajarkan kepada kita tentang derajat kebahagiaan di sorga dan derajat penghukuman di neraka. Orang-orang kudus di sorga akan bersinar bagaikan bintang-bintang di cakrawala, tapi bintang yang satu berbeda dari yang lain dalam kemuliaannya (Daniel 12:3; 1 Korintus 15:41). Matthew Henry mengatakannya dengan sangat baik: “Di sorga setiap bejana akan penuh sampai ke tepian meskipun setiap bejana tidak sama besar dan lapangnya” (Komentari Matius 20:9-10). Begitu pula, tanggungan sebagian orang berdosa di neraka akan lebih ringan daripada yang lain. Tuhan menyatakan hal ini secara tidak langsung ketika Ia berkata, “Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan” daripada Khorazim dan Betsaida, dan “pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan” daripada Kapernaum (Matius 11:21-24). Gerstner menjelaskan: “Semua orang kafir yang durhaka sedang menuju ke neraka, tapi tempat-tempat yang terdalam di Jurang itu akan disediakan untuk orang-orang ‘Kristen’ yang durhaka. Akan lebih ‘ringan’ tanggungan orang-orang kafir di neraka daripada semua orang yang hanya mengaku Kristen” (Bertobat atau Binasa, 194).

Tak seorang pun anak Tuhan biasanya akan bersikap masa bodoh terhadap mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar. Namun demikian jika Anda sedang mengalami kemerosotan rohani, Anda tidak akan berpikir dan bernalar seperti biasanya seorang anak Tuhan. Sebaliknya, dosa dan cinta dunia akan menyelubungi pikiran-pikiran Anda dan Anda mungkin malah bernalar seperti dunia. Bagaimana lagi seorang anak Tuhan mungkin berpikir bahwa karena ada doktrin pilihan tidak menjadi soal apa yang ia kerjakan? Apapun kasusnya, saya harap Anda melihat poin saya. Apapun kondisi Anda: apakah Anda seorang percaya yang kembali ke jalan yang sesat atau Anda tidak pernah benar-benar bertobat pada awalnya, penting bagi Anda untuk menerapkan pengobatan bagi jiwa Anda. Jika Anda sungguh-sungguh seorang anak Tuhan, doa saya yaitu Anda akan kembali kepada Bapa sebagaimana Ia menunggu Anda kembali dan Ia akan menerima Anda dengan tangan terbuka. Jika sebenarnya Anda belum pernah bertobat, saya menuntut Anda untuk bertobat dan percaya sungguh-sungguh. Saya tidak dapat membuat Anda percaya apa yang saya beri tahukan kepada Anda, tapi saya harus memperingatkan Anda apa yang diajarkan Firman Allah, bahwa jika Anda tidak bertobat dan berpegang kepada Kristus dengan sungguh-sungguh, keadaan rohani Anda akan lebih buruk daripada sebelum Anda pertama kali mengaku percaya kepada Kristus. Demikianlah rasul Petrus memperingatkan: “Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula” (2 Petrus 2:20; bdk. Lukas 11:26).

Saya harap Anda tidak berpikir saya sedang mencoba menakuti Anda dengan mengancam Anda. Saya sekedar menyampaikan apa yang diajarkan Alkitab, dan saya melakukannya dengan harapan yang sungguh-sungguh supaya Anda bertobat dan kembali kepada Tuhan—apakah Anda sudah bertobat atau belum. Apapun kondisi Anda, jika Anda tetap bersikap masa bodoh, hanya sedikit atau tidak ada harapan bagi Anda, dan celakalah Anda jika Anda akhirnya binasa dalam dosa Anda. Namun jika Anda paling tidak mencoba menerapkan pengobatan ini, ada harapan.

Ijinkan saya menyarankan enam langkah. Penerapan langkah-langkah ini secara giat saya percaya akan membantu memulihkan jiwa dan juga menjadi antidot buat kemerosotan yang lebih jauh.

Temukan Penyebabnya

Pertama, Anda harus berusaha menemukan penyebab-penyebab kemerosotan Anda. Kita ingat di artikel yang sebelumnya ada dua penyebab utama, yaitu (1) dosa; dan (2) pengabaian alat-alat kasih karunia. Akan tetapi, sangat sering, penyebab-penyebab sekunderlah yang memperparah situasi.

Sebagai contoh, dosa bisa bertambah banyak dan tekad Anda melawan dosa bisa menjadi tumpul karena pekerjaan yang melibatkan banyak situasi pencobaan seperti menghibur klien; atau karena relasi yang dekat dengan seseorang yang mempunyai standar moral yang rendah; atau karena harus merawat anak-anak yang memberontak yang berakibat banyaknya luapan kemarahan. Apapun kasusnya, dosa akan selalu mempengaruhi relasi kita dengan Tuhan. “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” (Yesaya 59:2).

Sama dengan itu, pengabaian alat-alat kasih karunia bisa jadi disebabkan oleh pekerjaan yang seringkali menjauhkan Anda dari ibadah di Hari Tuhan; atau karena suatu kebiasaan yang mungkin sendirinya tidak berdosa, misalnya menghabiskan banyak waktu di suratkabar atau internet, yang mengakibatkan kelalaian menjalankan kewajiban; atau karena merawat seorang bayi atau orang tua yang sudah lanjut usia mungkin melelahkan sehingga Anda sulit berdoa tanpa mengantuk.

Apapun kasusnya, tidak sulit melihat bahwa mengetahui sebab-sebab penambah kemerosotan Anda adalah langkah yang penting untuk mengatasi masalah rohani Anda.

Tanggalkan Segala Beban

Setelah menemukan sebab-sebab yang berpengaruh pada kemerosotan Anda, langkah pasti yang berikutnya adalah mengambil tindakan-tindakan spesifik dan mungkin drastis untuk menyingkirkan penyebab kemerosotan Anda, jika Anda bisa, atau mengecilkan pengaruhnya pada kehidupan rohani Anda, jika Anda tidak dapat menyingkirkan penyebab-penyebab itu. Ini sejalan dengan perintah Alkitab untuk menanggalkan segala beban, dan dosa yang merintangi, supaya kita dapat dengan tekun berlari dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita (Ibrani 12:1). Apakah pekerjaan Anda berperan atas banyaknya situasi pencobaan dan dosa? Mungkin sudah waktunya pindah kerja. Apakah relasi Anda dengan seseorang melemahkan tekad Anda untuk berjalan di jalan Tuhan? Mungkin sudah waktunya untuk memutuskan relasi tersebut sebelum terlambat. Apakah Anda menghabiskan terlalu banyak waktu di suratkabar atau internet? Mungkin sudah waktunya membatasi diri Anda dengan waktu yang tetap untuk aktivitas-aktivitas ini. Atau mungkin sudah waktunya Anda berhenti berlangganan sehingga waktu Anda bisa disalurkan untuk kegunaan yang lebih berguna. Apakah Anda kesulitan menyediakan waktu untuk ibadah pribadi dan ibadah keluarga setiap harinya? Mungkin sudah waktunya untuk membatasi waktu menonton televisi, atau mungkin sudah waktunya untuk menetapkan renungan pribadi sebelum sarapan dan ibadah keluarga sebelum makan malam sehingga Anda tidak akan melupakan latihan-latihan penting ini. Atau apakah Anda kesulitan menyediakan setengah jam untuk ibadah pribadi dan karena itu lebih memilih untuk tidak memiliki ibadah pribadi? Mungkin sudah waktunya untuk lebih fleksibel: lebih baik menyediakan sepuluh menit doa daripada tidak sama sekali. Apakah Anda kesulitan berdoa sepuluh menit berlutut tanpa jatuh tertidur? Mungkin sudah waktunya berdoa berdiri di jendela. Apakah dosa bertambah karena Anda memiliki kebiasaan berteriak kepada anak-anak Anda karena kesalahan-kesalahan yang sepele? Mungkin sudah waktunya untuk berketetapan tidak berteriak. Atau mungkin sudah waktunya mengimplementasikan sistem kartu hukuman untuk anak Anda sedemikian hingga ia mendapat tindakan disiplin hanya setelah melakukan kesalahan beberapa kali selama jangka waktu tertentu.

Apa yang saya katakan yaitu bahwa kita tidak boleh membiarkan diri kita tinggal diam jika situasi dalam hidup kita sekarang berperan dalam hal apapun bagi kemerosotan rohani kita. Anda perlu bersedia berubah. Jika Anda dapat menyingkirkan penyebab atau faktor yang berperan bagi kemerosotan rohani Anda, Anda harus melakukannya, apapun harga yang harus Anda bayar. Ini prinsip yang diajarkan Tuhan kita: “Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal” (Matius 18:8). Namun jika Anda tidak punya kontrol atas keadaan yang berperan bagi kemerosotan Anda, Anda harus berusaha menata ulang faktor-faktor yang ada dalam kontrol Anda untuk mengurangi efek negatif dari keadaan yang mempengaruhi Anda.

Berserulah kepada Tuhan dalam Doa

Ketiga, pergilah kepada Tuhan dalam doa. Meskipun kurangnya doa adalah gejala kemerosotan, demi membangunkan jiwa Anda, kita harus menekankan doa. Sediakan waktu untuk berdoa tanpa gangguan. Berdoalah bahkan jika Anda tidak merasa ingin berdoa. Berdoalah sampai Anda menemukan diri Anda tidak lagi dalam monolog tapi bercakap-cakap dengan Bapa melalui Kristus. Tumpahkanlah hati Anda kepada Tuhan. Bahkan jika Anda meragukan keselamatan Anda, pergilah memohon pemulihan karena meskipun doa Anda mungkin berdosa, tidak pernah berdoa itu dosa. Berdoalah supaya Roh Kudus mencerahkan Anda untuk melihat bahaya mengerikan di mana jiwa Anda mungkin berada. Berdoalah dengan kata-kata pemazmur: “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong” (Mazmur 139:23-24a). Sebagaimana Tuhan menyatakan melalui nurani dan ingatan Anda, akuilah dan sesalilah kelambatan Anda dan dosa Anda. Lalu berdoalah, “TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!” (Mazmur 41:4); dan “Berilah telinga, ya Allah, kepada doaku, janganlah bersembunyi terhadap permohonanku!” (Mazmur 55:1). Berdoalah juga untuk ingatan akan persekutuan yang Anda miliki bersama Tuhan sebelum Anda jatuh keluar dari jalan (Wahyu 2:5a). Berdoalah agar Tuhan menyingkapkan mata Anda, supaya Anda bisa memandang keajaiban-keajaiban Taurat Tuhan sekali lagi (Mazmur 119:18). Mintalah kepada-Nya untuk menunjukkan kepada Anda jalan-jalan yang lama sekali lagi (Yeremia 6:16), dan berdoalah, “tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mazmur 139:24b). Mintalah hikmat untuk menata hidup Anda jika itu dapat menolong memulihkan perjalanan rohani Anda. Berserulah seperti janda yang bersikeras (Lukas 18:1-5); tapi mintalah dalam iman, dan Ia pasti akan mendengar permintaan Anda, karena Ia berkata: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Matius 7:7).

Ingatlah Kristus

Keempat, lihatlah Kristus pemimpin dan penyempurna iman kita (Ibrani 12:2). Renungkan kasih Tuhan dalam Kristus: kasih yang dinyatakan dalam diutus-Nya anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya (1 Yohanes 4:9); kasih yang ditunjukkan kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (Roma 5:8). Pikirkanlah penderitaan-penderitaan yang dialami Kristus demi gereja-Nya. Pikirkan bagaimana Ia menyerahkan diri-Nya bagi kita karena kasih (Efesus 5:25). Renungkanlah bagaimana kasih ini menjangkau satu domba yang hilang dan anak durhaka yang tidak layak. Pikirkan betapa banyak Anda sudah menerima dari Kristus dan betapa sedikit Anda telah mengasihi dan melayani Dia. Pikirkan, kemudian, betapa tidak berterima kasih dan kejamnya Anda untuk menjadi dingin dalam kasih dan semangat bagi Dia. Pikirkan kesedihan yang pasti tertulis dengan diam di wajah Tuhan, ketika Ia berpaling dan memandang Petrus yang menyangkali Dia (Lukas 22:61). Ingatlah bagaimana Petrus menangis dengan sedih (Lukas 22:62). Renungkan bagaimana Tuhan memulihkan Petrus ketika Ia bertanya kepadanya tiga kali: “Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” (Yohanes 21:15-17). Tidakkah Anda mendengar Tuhan bertanya kepada Anda pertanyaan yang sama?

Saudara yang terkasih, jika Anda lupa semua yang Anda baca dalam artikel ini, ingat dan renungkanlah kasih Kristus. Kasih Kristuslah yang akan memulihkan Anda pada akhirnya, sama seperti kasih itu memulihkan Petrus.

Dengarlah Pemberitaan Firman

Kelima, Anda harus mengambil setiap kesempatan untuk mendengar dan dengan rajin memperhatikan pemberitaan Firman. Jika Anda mengalami kemerosotan rohani, Anda cenderung berpikir bahwa Anda sudah tahu segala sesuatu yang harus diketahui, dan mendengar khotbah-khotbah nampaknya tidak berguna. Bisa jadi benar bahwa jika Anda telah mendengar khotbah-khotbah yang solid dan konservatif secara konsisten, setelah beberapa tahun, pengetahuan yang ditambahkan oleh setiap khotbah yang baru mungkin cukup sedikit. Namun demikian Anda harus ingat bahwa tujuan khotbah bukan hanya untuk mengajar tapi untuk menegur jiwa kepada iman dan perbuatan baik. Peringatan dan pengulangan dengan demikian merupakan elemen-elemen penting dalam khotbah, dan tidak boleh dianggap enteng. Kita juga tidak boleh mengeluh akan kesederhanaan suatu khotbah, atau bahwa hanya ada sedikit nilai pengajaran di dalamnya. Mari kita, sebaliknya, mendengar pemberitaan firman, seperti mendengar suara dan pengajaran Gembala Agung kita.

Kebanyakan orang yang mengalami kemerosotan rohani akan menghindari khotbah-khotbah, tapi ijinkan saya mendorong Anda bahwa kalau Anda peduli terhadap jiwa Anda, pakailah setiap kesempatan untuk mendengar rekaman khotbah pengkhotbah-pengkhotbah yang saleh seperti Prof. John Murray, Martyn Lloyd Jones, Herman Hanko, Maurice Roberts, R. C. Sproul, Albert Martin, Stuart Olyott, Peter Masters, etc. Sama seperti Tuhan selalu memakai khotbah nabi-nabi untuk memulihkan umat-Nya, demikian juga khotbah akan menjadi salah satu alat utama yang dipakai Tuhan untuk memulihkan jiwa Anda yang mengalami kemerosotan rohani.

Jangan Meninggalkan Persekutuan Orang-orang Kudus

Akhirnya, Anda harus berusaha untuk berkumpul dengan sesama orang percaya dan bersekutu dengan mereka. Saya mengerti bahwa jika Anda sedang mengalami kemerosotan rohani, Anda cenderung tidak akan memiliki kerinduan untuk bersekutu dengan orang-orang percaya lainnya; tapi jika Anda peduli akan jiwa Anda, Anda harus mencoba mengatasi hal ini. Penulis Ibrani mendorong kita: “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat” (Ibrani 10:24-25). Dengan kata lain, kita harus berkumpul dan bersekutu dengan orang percaya lainnya sehingga kita dapat saling mendorong dan menegur dalam perjalanan Kristen kita, karena sendirian, kita cenderung kembali kepada jalan yang sesat. Hal ini khususnya benar karena penilaian pribadi kita atas kondisi rohani kita seringkali tidak separah yang sebenarnya karena dosa. Karena itu penulis Ibrani juga menasehati kita: “Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa” (Ibrani 3:12-13). Ini merupakan salah satu tujuan terpenting persekutuan Kristen. Menjadi tegar hati yaitu mengalami kemerosotan rohani atau kembali ke jalan yang sesat. Jadi, untuk mengatasi masalah ini, Anda tidak boleh meninggalkan persekutuan orang-orang kudus. Jika Anda mengalami kemerosotan dan menghindari bertemu dengan orang-orang percaya lainnya dalam situasi-situasi informal, ijinkan saya mendorong Anda sekali lagi untuk mengalahkan kecenderungan daging dan menaati Firman Tuhan. Hanya dengan demikian Anda dapat berharap Ia akan memberkati dan memulihkan.

Kesimpulan

Apakah Anda mengalami kemerosotan rohani, teman? Jika ya, ijinkan saya mendorong Anda untuk menerapkan pengobatan-pengobatan yang digariskan di atas. Kiranya Tuhan mengaruniakan Anda pemulihan dan keyakinan yang diperbarui bahwa Anda dimiliki oleh Kristus. Amen.


About this entry