Natur pertobatan (13)

[2] Kita berpaling dari Setan. Pertobatan mengikat orang kuat, melucuti baju zirahnya, membuang barang-barangnya, membalikkan manusia dari kuasa Setan kepada Tuhan. Sebelumnya, begitu setan mengacungkan jarinya kepada orang berdosa untuk memanggilnya ke dalam perkumpulan jahat, permainan berdosa, dan kenikmatan kotornya, ia segera ikut, ‘seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum, sampai anak panah menembus hatinya; seperti burung dengan cepat menuju perangkap, dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam’ (Amsal 7:22-23). Begitu Setan membujuknya untuk berbohong, segera ia memiliki kebohongan di atas lidahnya. Begitu Setan menawarkan objek yang nikmat, segera ia disengat oleh nafsu. Jika setan berkata, ‘Lupakan saja ibadah keluarga,’ ia akan jarang melakukannya di rumahnya. Jika setan memberi tahu dia, ‘Tidak ada gunanya berdoa dan membaca Alkitab secara pribadi,’ ia akan melalui hari demi hari tanpa melakukannya. Tapi setelah ia bertobat ia melayani Tuan yang lain, dan mengambil jalan yang berbeda; ia datang dan pergi menurut permintaan Kristus. Setan mungkin sewaktu-waktu menangkap kakinya dalam jebakan, tapi ia tidak lagi bersedia menjadi korban. Ia mengawasi jebakan-jebakan dan perangkap Setan, dan berhati-hati dengan cara-caranya. Ia sangat mencurigai tipu muslihatnya, dan sangat berhati-hati dengan apa yang dialaminya, supaya Setan jangan memperdayanya. Ia bergumul melawan kuasa-kuasa; ia menjamu pesuruh-pesuruh Setan seperti manusia menjamu pesuruh kematian. Ia mengawasi musuhnya, dan berjaga-jaga dalam doa dan ibadahnya, supaya Setan jangan mendapat keuntungan.

(bersambung…)


About this entry