Natur pertobatan (15)

Berhentilah sejenak, dan lihatlah ke dalam. Tidakkah hal ini mengkhawatirkanmu? Engkau berpura-pura hidup bagi Kristus, tapi tidakkah dunia menguasaimu? Tidakkah engkau lebih senang dan puas di dalam dunia daripada di dalam Dia? Tidakkah engkau mendapati dirimu lebih nyaman ketika dunia ada dalam pikiranmu dan engkau dikelilingi oleh kenikmatan duniawi, daripada ketika engkau berdoa sendiri dan bermeditasi dalam kamarmu, atau mendengarkan Firman Allah dan beribadah? Tidak ada bukti yang lebih pasti akan keadaan belum bertobat, daripada memiliki hal-hal duniawi paling utama dalam tujuan, cinta, dan penghargaan kita.

Terhadap seorang petobat sejati, Kristus berkuasa. Betapa ia mengasihi nama-Nya! Betapa berharganya perkenan-Nya! Nama Yesus terukir di hatinya. Kehormatan hanyalah udara, dan tawa hanyalah kegilaan, dan harta tumbang seperti Dagon di hadapan tabut, dengan tangan dan kepala terputus, ketika Kristus nyata menyelamatkan. Di sinilah mutiara berharga bagi petobat sejati; di sinilah hartanya; di sinilah pengharapannya. Inilah kemuliaannya, ‘Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia.’ O, adalah lebih manis baginya untuk dapat berkata, ‘Kristus milikku,’ daripada jika ia dapat berkata, ‘Kerajaan milikku; dunia milikku.’

(bersambung…)


About this entry