Berdoa ke udara

Tanya jawab berikut ini diambil dan diterjemahkan dari kolom Now, That’s a Good Question!

Saya tidak tahu apakah Anda akan mengerti apa yang saya katakan, tapi sangat sering ketika saya berdoa, saya merasa seperti saya sedang berbicara kepada diri saya sendiri. Maksud saya, doa seharusnya merupakan pencurahan hati kita kepada Tuhan, tapi saya merasa saya hanya mengatakan kalimat-kalimat secara mekanis ke udara. Saya rasa kadang-kadang saya merasakan kehadiran Tuhan. Tapi saya sungguh tidak yakin apakah ini yang dibicarakan orang-orang Kristen yang lain. Apakah ada yang salah dengan saya? Atau apakah saya berharap terlalu banyak?

J. Percayalah bahwa saya tahu apa yang Anda bicarakan. Mungkin Anda akan terkejut mengetahui hal ini, tapi apa yang Anda ceritakan seringkali merupakan pergumulan saya. Kenyataannya, saya pikir ini merupakan pergumulan setiap anak Tuhan meskipun tidak selalu diakui.

Apa yang Anda ceritakan, saya percaya, merupakan perbedaan antara ‘berdoa dalam Roh’ dan ‘berdoa dalam daging.’ Ketika kita berdoa, kita harus berdoa dalam Roh, tapi kenyataannya, sangat sering, karena macam-macam alasan, kita akhirnya berdoa dalam daging sehingga doa-doa kita hanya sekedar ibadah-mulut—sebagaimana dikatakan orang-orang Puritan (bdk. Yesaya 29:13). Doa-doa seperti ini, tentu saja, munafik dan perlu disesali.

Apa artinya berdoa dalam Roh? Salah satu pembahasan terbaik tentang subjek ini ada di buku John Bunyan, yang pertama kali diterbitkan pada 1662 dan aslinya diberi judul Berdoa dalam Roh. Buku ini telah diterbitkan kembali oleh Banner of Truth Trust dengan judul Doa.

Tapi secara singkat, berdoa dalam Roh adalah berdoa dengan pertolongan Roh Kudus—yang adalah “roh pengasihan dan roh permohonan” (Zakharia 12:10). Inilah yang dimaksudkan Yudas dengan “berdoa dalam Roh Kudus” (Yudas 20), dan sangat mungkin ada dalam benak rasul Paulus ketika ia berbicara mengenai “berdoa dengan roh” (1 Korintus 14:15), karena untuk berdoa dengan roh (atau jiwa), kita harus memiliki pertolongan Roh (atau Roh Kudus). Kita harus “dalam segala doa dan permohonan [berdoa] setiap waktu di dalam Roh” (Efesus 6:18), karena “oleh [Kristus] kita … dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa” (Efesus 2:18). Karena itulah Paulus berkata:

Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus (Roma 8:26-27).

Apa yang rasul Paulus katakan yaitu bahwa kita belum sungguh-sungguh berdoa sampai kita berdoa dalam Roh. Malah, tanpa pertolongan Roh Kudus, kita bahkan tidak dapat memulai doa kita dengan “Bapa Kami …” tanpa kemunafikan. Karena itu rasul Paulus juga berkata:

… kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah (Roma 8:15-16).

Puji Tuhan buat syafaat dan perantaraan Kristus—karena tanpanya bahkan doa-doa kita akan sangat menjijikkan di hadapan Bapa sorgawi kita yang suci! Tapi mari kita tidak mengabaikan pelayanan Roh Kudus dalam doa-doa kita. Doa-doa kita tidak akan memiliki arti dan efek kecuali kita berdoa dalam Roh. Dan kita tidak dapat sungguh-sungguh menikmati doa sampai kita berdoa dalam Roh.

Karena kerusakan natur kita, kita akan selalu merasa lebih mudah berdoa dalam daging. Tapi itu adalah kemunafikan, dan kita tidak boleh puas dengan itu. Kita harus merindukan berdoa dalam Roh.

Bagaimana berdoa dalam Roh? Hanya Roh yang dapat memampukan Anda untuk berdoa dalam Roh. Maka mintalah Bapa untuk memberi Anda Roh-Nya. Tidakkah Anda percaya janji-Nya bahwa Ia akan memberikan Roh-Nya jika Anda meminta? Tuhan Yesus berkata:

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya (Lukas 11:13).

Karena itu mintalah Roh. Berdoalah dengan percaya, menyadari bahwa demi Kristuslah Tuhan akan menjawab doa Anda—meskipun ketika Anda mulai berdoa, Anda mungkin merasa dingin dan tidak rohani.

Dan ya, jangan menyerah berdoa hanya karena Anda tidak bisa berkata bahwa Anda sedang berdoa dalam Roh. Karena seribu satu macam alasan, kita bisa sering gagal untuk mengalami pengalaman tersebut, tapi kita tidak boleh menyerah berdoa. Doa adalah perintah dan juga hak anak-anak Tuhan.

Anda tidak sendirian dalam pergumulan Anda. Pertimbangkan kesaksian John Bunyan (yang telah menguatkan saya—mengetahui bahwa saya tidak sendiri—untuk berjuang terus sampai saya tahu pertolongan Roh):

Sungguh, kalau saya menceritakan pengalaman saya sendiri, dan dari situ memberi tahu engkau sulitnya berdoa kepada Tuhan sebagaimana seharusnya, akan cukup untuk membuat engkau orang-orang yang miskin, buta, dan duniawi untuk menganggap saya aneh. Karena, ketika saya pergi berdoa, saya benci untuk pergi kepada Tuhan, dan ketika bersama Dia, benci untuk tinggal bersama-Nya, sehingga seringkali saya terpaksa dalam doa-doa saya, pertama-tama memohon Tuhan untuk mengambil hati saya, dan mengarahkannya kepada-Nya dalam Kristus, dan ketika hati saya berada di situ, supaya Ia menjaganya tetap di situ. Seringkali saya tidak tahu apa yang harus saya doakan, saya sungguh buta, maupun bagaimana berdoa, saya sungguh bodoh; hanya, terpujilah kasih karunia, Roh menolong kelemahan-kelemahan kita (Mazmur 86:11).

O lobang-lobang yang ada dalam hati saat berdoa! Tidak seorangpun tahu berapa banyak jalan pintas yang dimiliki hati, dan jalan kembali, untuk melarikan diri dari hadapan Tuhan. Betapa besar kesombongan juga, ketika dimampukan dalam kata-kata! Betapa besar kemunafikan, jika di hadapan orang-orang! Dan betapa kecil kesadaran hati yang ada dalam doa antara Tuhan dan jiwa dalam ketersembunyian, kecuali Roh penolong ada di sana untuk menolong! Ketika Roh memasuki hati, barulah benar-benar ada doa, dan bukan sebelumnya (John Bunyan, Doa [BOT, 1991, r. 1662], 32).


About this entry