Pengampunan bagi pendosa terbesar

Artikel yang mengharukan ini diterjemahkan dari Pardon for the Greatest Sinners, tulisan Jonathan Edwards. Kiranya Tuhan memakai artikel ini untuk memanggil orang-orang berdosa seperti kita untuk datang kepada-Nya.

Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu (Mazmur 25:11).

Nyata dari kalimat-kalimat dalam mazmur ini bahwa ketika mazmur ini ditulis, Daud sedang mengalami kesulitan dan bahaya. Ini nampak khususnya di ayat ke-15 dan berikutnya: “Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring,” dsb. Kesedihannya membuatnya memikirkan dan mengakui dosa-dosanya, dan berseru kepada Tuhan untuk pengampunan. Lihat ayat 7: “Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat;” dan ayat 18: “Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku.”

Dapat dilihat dalam bacaan ini, argumen-argumen yang dipakai pemazmur untuk memohon pengampunan.

  1. Ia memohon pengampunan oleh karena nama Tuhan. Ia tidak mengharapkan pengampunan oleh karena kebaikan atau kelayakan dirinya atas perbuatan baik yang telah ia lakukan, atau kompensasi tertentu yang ia buat atas dosa-dosanya; meskipun kalau kebaikan manusia dapat dijadikan alasan yang valid, Daud memiliki banyak. Akan tetapi ia memohon supaya Tuhan melakukannya karena nama-Nya, karena kemuliaan-Nya, karena kemuliaan kasih karunia-Nya yang cuma-cuma, dan karena kesetiaan-Nya akan kovenan-Nya.
  2. Pemazmur menyatakan besarnya dosa-dosanya sebagai argumen untuk belas kasihan. Ia bukan saja tidak menyatakan kebaikannya sendiri, atau kecilnya dosa-dosanya; ia tidak hanya tidak berkata, Ampunilah kesalahanku, karena aku telah berbuat banyak kebaikan untuk mengimbanginya; atau, Ampunilah kesalahanku, karena kesalahanku kecil, dan Engkau tidak semestinya marah terhadapku; kesalahanku tidak terlalu besar, sehingga Engkau tidak semestinya mengingatnya; pelanggaranku tidak besar sehingga Engkau baik untuk mengabaikannya; tapi sebaliknya ia berkata, Ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu. Ia menyatakan besarnya dosanya, dan bukan kecilnya; ia berdoa dengan pertimbangan ini, bahwa dosa-dosanya sangat besar.

Tapi bagaimana ia dapat memakai alasan ini untuk memohon pengampunan? Saya menjawab, Karena semakin besar kesalahannya, semakin ia memerlukan pengampunan. Ini seperti ia sedang berkata, Ampunilah kesalahanku, karena besar kesalahan itu sehingga aku tidak tahan menerima hukumannya; dosaku begitu besar sehingga aku sangat memerlukan pengampunan; keadaanku akan terlampau malang jika Engkau tidak berkenan mengampuniku. Ia menyatakan besarnya dosanya untuk memperkuat permohonannya akan pengampunan, seperti seseorang akan menyatakan besarnya kemalangannya dalam memohon pertolongan. Ketika seorang pengemis meminta roti, ia akan menyatakan besarnya kemiskinan dan keperluannya. Ketika seseorang dalam kesedihan berseru meminta belas kasihan, alasan apa yang lebih pantas untuk diutarakan selain parahnya keadaannya?–Dan Tuhan menerima alasan semacam ini: karena Ia tergerak untuk membelaskasihani kita bukan oleh sesuatu apa pun dalam diri kita selain kemalangan keadaan kita. Ia tidak mengasihani orang-orang berdosa karena mereka layak, tapi karena mereka memerlukan belas kasihan-Nya.

Doktrin

Jika kita sungguh-sungguh datang kepada Tuhan untuk memohon belas kasihan, besarnya dosa kita tidak akan menghalangi pengampunan-Nya.–Jika itu merupakan penghalang, Daud tidak akan pernah menggunakannya sebagai alasan untuk memohon pengampunan.–Hal-hal berikut ini diperlukan agar kita sungguh-sungguh datang kepada Tuhan untuk memohon belas kasihan:

  1. Kita harus melihat kemalangan kita, dan menyadari keperluan kita akan belas kasihan. Mereka yang tidak menyadari kemalangan mereka tidak dapat sungguh-sungguh memandang kepada Tuhan untuk belas kasihan; karena belas kasih ilahi memang merupakan kebaikan dan kasih karunia Tuhan kepada yang malang. Tanpa kemalangan sebagai objeknya, tidak ada pemberian belas kasih. Belas kasih tanpa kemalangan, atau tanpa bencana, adalah suatu kontradiksi: karena itu manusia tidak dapat melihat diri mereka sebagai objek belas kasih, kecuali mereka lebih dulu menyadari diri mereka malang; dan karena itu, jika tidak demikian, tidak mungkin bagi mereka untuk datang kepada Tuhan memohon belas kasihan. Mereka harus sadar bahwa mereka adalah anak-anak yang dimurkai; bahwa hukum melawan mereka, dan bahwa mereka menerima kutukannya: bahwa murka Tuhan tinggal pada mereka; dan bahwa Ia marah terhadap mereka setiap hari sementara mereka berada di bahwa dosa.–Mereka harus menyadari bahwa sungguh-sungguh menakutkan menjadi objek murka Allah; bahwa sungguh-sungguh mengerikan memiliki Tuhan sebagai musuh mereka; dan bahwa mereka tidak dapat menanggung murka-Nya. Mereka harus sadar bahwa dosa membuat mereka makhluk-makhluk yang malang, apapun kenikmatan temporer yang mereka miliki; bahwa mereka tidak dapat tidak berada dalam keadaan yang malang, menjadi makhluk-makhluk yang celaka, sepanjang Tuhan marah dengan mereka; bahwa mereka tidak memiliki kekuatan, dan harus binasa, selamanya, kecuali Tuhan menolong mereka. Mereka harus melihat bahwa mereka tidak ada harapan, bagaimanapun orang lain menolong mereka; bahwa mereka berada di atas jurang kemalangan kekal; dan bahwa mereka harus jatuh ke dalamnya, jika Tuhan tidak membelaskasihani mereka.
  2. Mereka harus sadar bahwa mereka tidak layak mendapat belas kasihan Tuhan. Mereka yang sungguh-sungguh datang kepada Tuhan untuk memohon belas kasihan, datang sebagai pengemis, dan bukan penagih: mereka datang untuk belas kasihan belaka, untuk kasih karunia yang berdaulat, dan bukan untuk apa pun yang menjadi hak mereka. Karena itu, mereka harus melihat bahwa kemalangan mereka secara adil mereka terima, dan bahwa murka yang mereka hadapi secara adil mengancam mereka; dan bahwa mereka telah layak bahwa Tuhan menjadi musuh mereka, dan terus menjadi musuh mereka. Mereka harus sadar bahwa Tuhan adil untuk melakukan apa yang telah dikatakan-Nya dalam hukum-Nya yang suci, yaitu membuat mereka objek murka dan kutuk-Nya dalam neraka sepanjang kekekalan.–Mereka yang datang kepada Tuhan memohon belas kasihan dalam sikap yang benar tidak akan mempertanyakan keadilan-Nya; tapi mereka datang dalam kesadaran akan ketidaklayakan mereka yang sangat, seperti dengan tali melingkari leher mereka, dan tersungkur dalam debu di kaki belas kasihan.
  3. Mereka harus datang kepada Tuhan memohon belas kasihan dalam dan melalui Yesus Kristus saja. Segala harapan mereka untuk belas kasihan harus didapat dari pengertian akan siapa Dia, apa yang telah dikerjakan-Nya, dan apa yang telah diderita-Nya; dan bahwa tidak ada nama lain di bawah langit, di antara manusia, yang olehnya kita dapat diselamatkan, kecuali nama Kristus; bahwa Ia adalah Anak Allah, dan Juruselamat dunia; bahwa darah-Nya membasuh segala dosa, dan bahwa Ia sangat mulia, bahwa semua orang berdosa akan diampuni dan diterima dalam Dia.–Adalah tidak mungkin bagi siapa pun yang datang kepada Tuhan memohon belas kasihan, untuk tidak memiliki harapan akan belas kasihan. Kedatangan mereka kepada Tuhan untuk mendapat belas kasihan berarti bahwa mereka memiliki harapan tertentu untuk mendapatkannya, karena jika tidak mereka tidak akan merasa perlu untuk datang. Tapi mereka yang datang dalam sikap yang benar memiliki segala harapan mereka melalui Kristus, atau dari pengertian penebusan-Nya, dan kecukupannya.–Jika orang-orang dengan demikian datang kepada Tuhan untuk mendapatkan belas kasihan, besarnya dosa-dosa mereka tidak akan menghalangi pengampunan. Betapapun besar dan banyaknya dosa-dosa mereka, tidak akan menjadikan Tuhan sedikitpun kekurangan pengampunan bagi mereka. Ini dapat ditunjukkan melalui pertimbangan-pertimbangan berikut:
    1. Belas kasih Tuhan cukup untuk mengampuni dosa-dosa terbesar, seperti dosa yang terkecil; dan ini karena belas kasih-Nya tidak terbatas. Apa yang tidak terbatas, melebihi apa yang besar seperti melebihi apa yang kecil. Jadi Tuhan karena tidak terbatas besarnya, Ia melebihi raja-raja seperti Ia melebihi pengemis-pengemis; Ia melebihi malaikat yang tertinggi, sama seperti Ia melebihi cacing yang paling rendah. Suatu ukuran yang terbatas tidak lebih mendekati sesuatu yang tidak terbatas daripada ukuran yang lain.–Jadi belas kasih Allah yang tidak terbatas pasti cukup untuk mengampuni semua dosa, seperti mengampuni satu dosa. Jika satu dari dosa-dosa terkecil tidak melebihi belas kasihan Tuhan, demikian pula dosa yang terbesar, atau sepuluh ribu dosa yang terbesar.–Akan tetapi, harus diakui bahwa hal ini saja tidak membuktikan doktrin ini. Karena meskipun belas kasih Tuhan boleh cukup untuk mengampuni dosa-dosa besar; akan tetapi ada rintangan yang lain di samping kurangnya belas kasihan. Belas kasih Tuhan boleh cukup, namun atribut-atribut yang lain bisa melawan pemberian belas kasih dalam kasus ini.–Karena itu saya mengamati,
    2. Bahwa pelunasan Kristus cukup bagi penghilangan kebersalahan yang terbesar seperti yang terkecil: 1 Yohanes 1:7, “Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” Kisah Para Rasul 13:39, “Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa.” Segala dosa mereka yang sungguh-sungguh datang kepada Tuhan untuk belas kasihan, apapun itu, dibayar lunas, jika Tuhan, yang mengatakannya, benar; dan jika dosa-dosa itu dibayar lunas, tentu tidaklah aneh, kalau Tuhan siap untuk mengampuninya. Sehingga setelah Kristus melunasi semua dosa, atau mengerjakan pelunasan yang cukup bagi semua, sekarang tidaklah inkonsisten dengan kemuliaan atribut-atribut ilahi untuk mengampuni dosa-dosa terbesar mereka yang dalam sikap yang benar datang kepada-Nya untuk belas kasihan. Tuhan sekarang boleh mengampuni pendosa-pendosa terbesar tanpa menentang kemuliaan kesucian-Nya. Kesucian Tuhan tidak akan membiarkan-Nya memberikan toleransi sedikitpun terhadap dosa, melainkan membuat-Nya memberikan kebencian yang selayaknya terhadapnya. Akan tetapi Kristus setelah membayar lunas dosa, Tuhan sekarang dapat mengasihi orang berdosa, dan tidak memberikan toleransi sedikitpun terhadap dosa, betapapun besarnya dosa-dosanya. Adalah suatu bukti yang cukup akan kemuakan Tuhan terhadap dosa, bahwa Ia mencurahkan murka-Nya pada Anak-Nya sendiri yang dikasihi-Nya, ketika Ia menanggung kesalahan itu pada diri-Nya sendiri. Tidak ada yang dapat lebih menunjukkan kebencian Tuhan terhadap dosa daripada hal ini. Seandainya seluruh umat manusia dihukum secara kekal, ini tidak akan menjadi bukti yang sama besarnya.
      Tuhan bisa, melalui Kristus, mengampuni pendosa yang terbesar tanpa melawan kemuliaan-Nya. Kemuliaan-Nya memerlukan pemuasan; tapi penderitaan Kristus secara penuh memperbaiki kerusakan. Biarlah kebencian yang ada begitu besar, namun jika seorang yang begitu mulia seperti Kristus menjadi Perantara bagi pelanggar, dan menderita begitu rupa baginya, ini secara penuh memperbaiki kerusakan yang diperbuat terhadap Raja sorga dan bumi. Penderitaan Kristus secara penuh memuaskan keadilan. Keadilan Tuhan, sebagai Penguasa dan Hakim agung dunia ini, menuntut penghukuman dosa. Hakim agung harus menghakimi dunia menurut aturan keadilan. Tuhan tidak menunjukkan belas kasihan sebagai seorang hakim, tapi sebagai seorang penguasa; karena itu pemberian belas kasihan-Nya sebagai seorang penguasa, dan keadilan-Nya sebagai seorang hakim, harus konsisten satu sama lain; dan ini dilakukan melalui penderitaan Kristus, yang melaluinya dosa dihukum secara penuh, dan keadilan mendapat jawaban. Roma 3:25,26, “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.”–Hukum Taurat bukanlah penghalang pengampunan dosa yang terbesar, jika manusia datang dengan sungguh kepada Tuhan untuk belas kasihan: karena Kristus telah menggenapi hukum Taurat, Ia telah menanggung kutukannya, dalam penderitaannya; Galatia 3:13, “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!'”
    3. Kristus tidak akan menolak untuk menyelamatkan pendosa-pendosa terbesar, yang dengan sikap yang benar datang kepada Tuhan untuk memohon belas kasihan; karena inilah pekerjaan-Nya. Adalah pekerjaan-Nya menjadi Juruselamat orang-orang berdosa; untuk itulah Ia datang ke dalam dunia; dan karena itu Ia tidak akan berkeberatan. Ia tidak datang untuk memanggil orang-orang benar, tapi orang-orang berdosa kepada pertobatan, Matius 9:13. Demi menyembuhkan manusia dari dosalah Ia datang ke dalam dunia: karena itu Ia tidak akan menolak siapapun yang sangat berdosa. Semakin berdosa ia, semakin perlu ia akan Kristus.–Keberdosaan manusia merupakan alasan Kristus datang ke dalam dunia; demi melepaskan manusia dari kemalangan inilah Ia datang. Semakin banyak mereka memilikinya, semakin perlu mereka untuk dibebaskan; “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit,” Matius 9:12. Dokter tidak akan berkeberatan menyembuhkan seseorang yang mendatanginya, yang sangat memerlukan pertolongannya. Jika seorang dokter yang penuh kasih datang ke antara orang yang sakit dan luka, tentu ia tidak akan menolak menyembuhkan mereka yang paling memerlukan kesembuhan, jika ia sanggup menyembuhkan mereka.
    4. Di sinilah kemuliaan kasih karunia melalui penebusan Kristus, yaitu dalam kecukupannya bagi pengampunan pendosa-pendosa terbesar. Seluruh karya keselamatan adalah demi tujuan ini, untuk memuliakan kasih karunia Allah yang cuma-cuma. Tuhan memiliki dalam hati-Nya sejak kekekalan untuk memuliakan atribut ini; dan karena itulah jalan keselamatan bagi orang-orang berdosa melalui Kristus direncanakan. Kebesaran kasih karunia ilahi sangat nampak dalam hal ini, yaitu bahwa Allah melalui Kristus menyelamatkan pelanggar-pelanggar terbesar. Semakin besar kesalahan seorang pendosa, semakin mulia dan ajaib kasih karunia yang dinyatakan dalam pengampunannya: Roma 5:20, “Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah.” Rasul Paulus, ketika menceritakan betapa ia adalah seorang pendosa yang besar, mencatat limpahnya kasih karunia dalam pengampunannya, di mana kebersalahannya yang besar merupakan alasannya: 1 Timotius 1:13,14, “Aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, …. Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.” Sang Penebus dimuliakan dalam kecukupan-Nya menebus mereka yang begitu berdosa, dalam kecukupan darah-Nya untuk membasuh kesalahan yang terbesar, dalam kemampuan-Nya menyelamatkan manusia sampai sejauh apapun, dan dalam penebusan-Nya bahkan dari kemalangan yang terbesar. Adalah kemuliaan Kristus untuk menyelamatkan pendosa-pendosa terbesar, ketika mereka datang kepada-Nya, sebagaimana merupakan kehormatan seorang dokter untuk menyembuhkan penyakit atau luka yang hampir tidak tertolong. Karena itu, jelas, Kristus akan bersedia untuk menyelamatkan pendosa-pendosa terbesar, jika mereka datang kepada-Nya; karena Ia tidak akan mengurangi kemuliaan-Nya sendiri, dan nilai serta kuasa darah-Nya. Melihat bagaimana Ia telah menyerahkan diri-Nya untuk menebus orang-orang berdosa, Ia tidak akan tidak bersedia untuk menunjukkan bahwa Ia mampu menebus sampai yang paling jauh sekalipun.
    5. Pengampunan diberikan dan dijanjikan kepada pendosa-pendosa terbesar sama seperti siapapun, jika mereka datang dengan benar kepada Tuhan untuk mendapat belas kasihan. Undangan Injil selalu dalam kalimat-kalimat yang universal: misalnya, Ayo, hai semua orang yang haus; Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat; dan, Barangsiapa yang mau, hendaklah ia datang. Dan suara Hikmat adalah kepada manusia secara umum: Amsal 8:4, “Hai manusia, kepadamulah aku berseru, kepada anak-anak manusia kutujukan suaraku.” Bukan kepada manusia bermoral, atau beragama, melainkan kepadamu, Hai manusia. Maka Kristus berjanji, Yohanes 6:37, “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.” Inilah arahan Kristus kepada rasul-rasul-Nya, setelah kebangkitan-Nya, Markus 16:15,16, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan.” Yang sesuai dengan apa yang dikatakan rasul Paulus, bahwa “Injil … telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit,” Kolose 1:23.

Aplikasi

Tujuan subjek ini adalah untuk mendorong orang-orang berdosa yang nuraninya dibebani oleh perasaan bersalah, untuk segera pergi kepada Tuhan melalui Kristus untuk pengampunan. Jika Anda pergi dalam sikap yang telah dijelaskan, tangan belas kasih terbuka untuk menerima Anda. Anda tidak perlu sama sekali lebih takut datang karena dosa-dosa Anda, betapapun dosa-dosa itu sangat hitam. Jika Anda memiliki kesalahan sebanyak semua orang-orang jahat di dunia, dan semua jiwa-jiwa terhukum di neraka; namun jika Anda datang kepada Tuhan untuk belas kasihan, menyadari kekotoran Anda, dan memohon pengampunan hanya melalui belas kasih yang cuma-cuma dari Tuhan dalam Kristus, Anda tidak perlu takut; besarnya dosa-dosa Anda tidak akan menghalangi pengampunan Anda. Karena itu, jika jiwa Anda berbeban berat, dan Anda tertekan karena ketakutan akan neraka, Anda tidak perlu menanggung beban itu dan tertekan lagi. Jika Anda bersedia, Anda dapat datang dan melepaskan beban itu, dan meletakkannya pada Kristus, dan beristirahat di dalam Dia.

Akan tetapi di sini saya akan berbicara mengenai keberatan-keberatan yang siap disampaikan oleh orang-orang berdosa.

  1. Beberapa mungkin berkata, aku telah menghabiskan masa mudaku dan seluruh yang terbaik dalam hidupku dalam dosa, dan aku takut Tuhan tidak akan menerimaku, ketika aku memberikan-Nya hanya usia tuaku.–Terhadap hal ini saya akan menjawab,
    1. Pernahkah Tuhan berkata bahwa Ia tidak akan menerima pendosa-pendosa tua yang datang kepada-Nya? Tuhan sering memberi dan berjanji secara universal; dan adakah pengecualian yang demikian? Apakah Kristus berkata, Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum, kecuali pendosa-pendosa tua? Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, kecuali pendosa-pendosa tua, Aku akan memberi kelegaan kepadamu? Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang, jika ia bukan pendosa tua? Pernahkah Anda membaca pengecualian semacam itu di Alkitab? dan kenapa Anda harus membiarkan pengecualian yang Anda buat sendiri dari pikiran Anda, atau malah yang setan taruh dalam kepala Anda, dan yang tidak punya dasar dalam firman Allah?–Memang lebih jarang pendosa-pendosa tua bersedia datang, daripada yang lain; tapi jika mereka sungguh datang, mereka diterima seperti siapapun juga.
    2. Ketika Tuhan menerima orang-orang muda, itu bukan karena pelayanan yang mereka akan lakukan bagi-Nya setelah itu, atau karena masa muda lebih berharga diterima daripada masa tua. Anda kelihatannya sepenuhnya keliru dalam hal ini, dalam mengira bahwa Tuhan tidak akan menerima Anda karena Anda tua; seolah-olah Ia lebih menerima orang-orang dalam masa muda mereka, karena masa muda mereka lebih berharga mendapat penerimaan-Nya; padahal sebenarnya hanya karena Yesus Kristus, Allah bersedia menerima siapa pun. Anda berkata, hidupmu hampir habis, dan Anda takut bahwa masa terbaik untuk melayani Tuhan sudah lewat; dan karena itu Tuhan tidak akan menerima Anda sekarang; seolah-olah karena pelayanan yang mungkin diberikan oleh orang-orang yang bertobatlah, Ia menerima mereka. Tapi suatu sikap membenarkan diri berada di balik keberatan-keberatan seperti itu. Manusia tidak dapat meninggalkan pemikiran bahwa karena kebaikan dan pelayanan merekalah, baik dilakukan atau diharapkan untuk dilakukan, Tuhan menerima mereka, dan berkenan terhadap mereka.–Memang mereka yang menyangkal Tuhan dalam masa muda mereka, bagian terbaik hidup mereka, dan menghabiskannya untuk melayani Setan, berdosa dengan parah dan pantas dimurkai Allah; dan Ia sering membiarkan mereka kepada kekerasan hati ketika mereka tua. Tetapi jika mereka bersedia menerima Kristus pada masa tua, Ia siap menerima mereka seperti yang lain; karena dalam hal tersebut Tuhan menghargai hanya Kristus dan kelayakan-Nya.
  2. Akan tetapi, kata seseorang, saya takut saya telah melakukan dosa-dosa yang cenderung dilakukan orang-orang yang tidak dipilih. Saya telah berdosa terhadap terang, dan dakwaan kuat hati nurani; saya telah berdosa begitu berani; dan telah menolak pekerjaan Roh Kudus, sehingga saya takut saya telah melakukan dosa-dosa yang tidak pernah dilakukan kaum pilihan Allah. Saya tidak dapat membayangkan bahwa Tuhan akan membiarkan seseorang yang Ia akan selamatkan, untuk terus-menerus melakukan dosa-dosa melawan begitu kuatnya terang dan dakwaan, dan dengan keberanian yang begitu menyedihkan.–Yang lainnya mungkin berkata, saya telah berkali-kali memberontak terhadap Tuhan; memiliki pikiran-pikiran yang menghujat, roh yang membenci; dan telah menyalahgunakan belas kasih dan pekerjaan Roh, menginjak-injak Juruselamat, dan dosa-dosa saya adalah seperti yang cenderung dilakukan mereka yang ditetapkan untuk binasa. Kepada semuanya ini saya menjawab,
    1. Tidak ada dosa yang hanya dilakukan mereka yang tidak dipilih selain dosa terhadap Roh Kudus. Apakah Anda menemukan yang lainnya dalam firman Allah? Dan jika Anda tidak menemukannya, apa dasar Anda berpikir demikian? Aturan apa lagi yang kita punyai, untuk menghakimi masalah-masalah seperti ini, selain firman ilahi? Jika kita melampauinya, kita akan berada dalam kegelapan. Ketika kita mencoba melebihi firman Allah, Setan memimpin kita. Anda berpikiran bahwa dosa-dosa seperti itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak dipilih, dan yang tidak diampuni Tuhan. Tapi apa alasan Anda, jika Anda tidak menemukannya dalam firman Allah? Apakah karena Anda tidak dapat melihat belas kasihan Tuhan cukup untuk mengampuni, atau darah Kristus cukup untuk membersihkan dosa-dosa seperti itu? Jika ya, ini karena Anda belum pernah melihat betapa besarnya kasih Allah; Anda tidak pernah melihat kecukupan darah Kristus, dan Anda tidak tahu seberapa besar kuasanya. Beberapa orang-orang pilihan telah melakukan berbagai macam dosa, kecuali dosa terhadap Roh Kudus; dan kecuali Anda telah melakukan dosa ini, Anda belum melakukan dosa yang hanya dilakukan mereka yang tidak dipilih.
    2. Orang mungkin lebih cenderung untuk tidak percaya karena dosa-dosa yang telah mereka lakukan, tapi tidak sedikitpun kurang mendapat pengampunan ketika mereka sungguh percaya. Harus diakui bahwa beberapa pendosa lebih berada dalam kebahayaan neraka dibandingkan yang lainnya. Meskipun semuanya berada dalam kebahayaan yang besar, beberapa lebih sulit untuk diselamatkan. Beberapa lebih sulit untuk bertobat dan datang kepada Kristus: tapi semua yang datang kepada-Nya sama-sama diterima; dan ada pengharapan yang sama buat satu orang seperti yang lain.–Dosa-dosa yang Anda sebutkan memang sangat jahat dan membuat Tuhan murka, dan membawa jiwa kepada bahaya hukuman kebinasaan, dan bahaya menjadi keras hati untuk selamanya; dan Tuhan lebih cenderung membiarkan manusia berada dalam kekerasan hatinya karena dosa-dosa tersebut, lebih daripada dosa-dosa yang lain. Namun dosa-dosa ini tidak hanya dilakukan orang-orang yang tidak dipilih; ada satu dosa yang hanya dilakukan mereka yang tidak dipilih, yaitu dosa terhadap Roh Kudus. Tidak peduli dosa-dosa yang telah Anda perbuat, jika Anda dapat menemukan dalam hati Anda untuk datang kepada Kristus, dan berjanji kepada-Nya, Anda akan diterima sama sekali tidak kurang karena telah melakukan dosa-dosa itu.–Meskipun Tuhan lebih jarang membuat pendosa-pendosa seperti itu untuk datang kepada Kristus daripada yang lain, itu bukan karena belas kasih atau penebusan Kristus tidak begitu cukup bagi mereka seperti bagi yang lain, tapi karena dalam hikmat-Nya Ia memilih untuk memberikan kasih karunia-Nya secara demikian, untuk menahan kejahatan manusia; dan karena adalah kehendak-Nya untuk memberikan kasih karunia yang mempertobatkan dalam penggunaan cara-cara, di antaranya yaitu hidup bermoral dan saleh, dan sesuai dengan keyakinan hati nurani kita. Tapi ketika sekali orang berdosa manapun bersedia untuk datang kepada Kristus, belas kasih siap diberikan kepadanya seperti kepada siapapun. Tidak ada pertimbangan apa-apa terhadap dosa-dosanya; betapapun ia begitu berdosa, dosa-dosanya tidak diingat; Tuhan tidak mempersalahkannya.
  3. Tapi tidakkah lebih baik bagi saya untuk menunggu sampai saya telah menjadikan diri saya lebih baik, sebelum saya datang kepada Kristus? Saya telah, dan melihat diri saya sangat jahat sekarang; tapi saya berharap memperbaiki diri saya, dan menjadikan diri saya paling tidak tidak sejahat dulu: baru saya akan lebih berani untuk datang kepada Tuhan memohon belas kasihan.–Menjawab keberatan ini,
    1. Pikirkan bagaimana tidak beralasan tindakan Anda. Anda berusaha untuk menjadi juruselamat Anda sendiri; Anda berusaha mendapat sesuatu dari diri Anda sendiri, supaya lebih diterima. Dari sini kelihatan bahwa Anda tidak berusaha diterima hanya karena Kristus. Dan tidakkah ini merampas Kristus kemuliaan-Nya menjadi satu-satunya Juruselamat Anda? Namun inilah cara Anda berharap membuat Kristus bersedia menyelamatkan Anda.
    2. Anda tidak akan pernah dapat datang kepada Kristus sama sekali, kecuali Anda lebih dulu melihat bahwa Ia tidak akan lebih bersedia menerima Anda karena apa pun yang Anda dapat lakukan. Anda harus lebih dulu melihat, bahwa adalah kesia-siaan bagi Anda untuk mencoba membuat diri Anda lebih baik demi alasan itu. Anda harus melihat bahwa Anda tidak akan pernah dapat menjadikan diri Anda lebih layak, atau kurang layak, oleh karena sesuatu apapun yang dapat Anda lakukan.
    3. Jika Anda sungguh-sungguh datang kepada Kristus, Anda harus melihat bahwa ada kecukupan dalam Dia bagi pengampunan Anda, meskipun Anda tidak lebih baik daripada diri Anda sekarang. Jika Anda tidak melihat kecukupan Kristus untuk mengampuni Anda, tanpa sedikitpun kebaikan Anda sendiri, Anda tidak akan pernah datang untuk diterima oleh-Nya. Jalan untuk diterima yaitu untuk datang—bukan atas dasar bahwa sekarang Anda telah menjadikan diri Anda lebih baik, dan lebih layak, atau tidak terlalu hina, tetapi—hanya atas dasar kelayakan Kristus, dan belas kasihan Tuhan.
    4. Jika Anda sungguh-sungguh datang kepada Kristus, Anda harus datang kepada-Nya untuk menjadikan Anda lebih baik. Anda harus datang sebagai seorang pasien datang kepada dokternya, dengan penyakit atau luka-lukanya untuk disembuhkan. Bentangkan segala kejahatanmu di hadapan-Nya, dan jangan mengajukan kebaikanmu; tapi ajukanlah keburukanmu, dan kebutuhanmu karenanya: dan katakan, seperti pemazmur, bukan ampunilah kesalahanku, sebab tidak begitu besar kesalahan itu, melainkan, “ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu.”

About this entry