Natur pertobatan (18)

Secara khusus, dalam pertobatan,
[1] Kita berpaling kepada Kristus, satu-satunya Pengantara antara Tuhan dan manusia (1 Timotius 2:5). Karya-Nya ialah membawa kita kepada Allah (1 Petrus 3:18). Ialah jalan kepada Bapa (Yohanes 14:6), satu-satunya jembatan yang melaluinya kita dapat melepaskan diri dari bahaya, satu-satunya pintu yang melaluinya kita dapat masuk (Yohanes 10:9). Pertobatan membawa jiwa kepada Kristus untuk menerima-Nya sebagai satu-satunya jalan hidup, sebagai satu-satunya jalan, satu-satunya nama yang diberikan di bawah kolong langit yang olehnya kita dapat diselamatkan. Ia tidak mencari keselamatan selain dalam Dia; ia menghempaskan dirinya pada Kristus semata.

‘Di sini,’ kata pendosa yang dipertobatkan, ‘aku akan menaruhkan diri; dan jika aku binasa, aku binasa; jika aku mati, aku akan mati di sini. Tapi, Tuhan jangan biarkan aku binasa di bawah mata belas kasih-Mu. Mohon kiranya aku tidak meninggalkan Engkau, atau berbalik dari mengikut Engkau. Di sini aku akan menghempaskan diriku; jika Engkau membunuh aku, aku tidak akan pergi dari pintu-Mu.’

Demikianlah jiwa yang miskin menaruhkan diri pada Kristus dan dengan teguh berpegang pada-Nya. Sebelum pertobatan, ia meremehkan Kristus, mementingkan ladangnya, sahabat-sahabatnya, barang dagangannya, lebih daripada Kristus; sekarang, Kristus baginya seperti makanannya yang pokok, makanan sehari-harinya, kehidupan hatinya, tongkat kehidupannya. Kerinduan utamanya yaitu supaya Kristus dimuliakan dalam dia. Hatinya dulu berkata, ‘Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain?’ (Kidung Agung 5:9). Ia mendapatkan lebih banyak kenikmatan dalam kumpulan teman-temannya, permainan-permainan kotor, kesenangan duniawi, daripada dalam Kristus. Ia menganggap agama suatu khayalan, dan pengharapan rohani sebagai mimpi orang malas; tapi sekarang baginya hidup adalah Kristus. Ia menganggap remeh semua yang pernah dianggapnya berharga, demi keutamaan pengenalan akan Kristus.

Segala tentang Kristus diterima oleh petobat yang sejati. Ia mengasihi bukan saja upah melainkan karya Kristus, bukan saja keuntungan melainkan beban Kristus. Ia bersedia bukan saja untuk memetik gandum, melainkan untuk berjalan di bawah kuk. Ia mengambil perintah-perintah Kristus, ya, salib Kristus.

Petobat yang palsu mengambil Kristus setengah-setengah. Ia menyerahkan segalanya demi penebusan Kristus, tapi tidak demi pengudusan. Ia mau mendapatkan keuntungan, tapi tidak mau memiliki pribadi Kristus. Ia memilah jabatan dan keuntungan Kristus. Ini adalah kesalahan dasar. Barangsiapa mencintai hidup, kiranya ia berhati-hati di sini. Ini adalah kesalahan yang membinasakan, yang engkau seringkali diperingatkan, namun tidak ada yang lebih sering dilakukan. Yesus adalah Nama yang manis, namun orang-orang tidak mencintai Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh. Mereka tidak mau memiliki-Nya sebagaimana Allah memberikan-Nya, ‘menjadi Pemimpin dan Juruselamat’ (Kisah Rasul 5:31). Mereka memilah apa yang Tuhan satukan, Raja dan Imam. Mereka tidak mau menerima keselamatan Kristus sebagaimana Ia merencanakannya; mereka membaginya di sini. Kemauan setiap orang yaitu keselamatan dari penderitaan, tapi mereka tidak mau diselamatkan dari berbuat dosa. Mereka mau jiwanya selamat, tapi tetap mau bernafsu. Sungguh, banyak yang memilah di sini lagi; mereka bersedia dihancurkan sebagian dosa-dosanya, tapi mereka tidak dapat meninggalkan pangkuan Delila, atau menceraikan Herodias yang dicintainya. Mereka tidak dapat bertindak tegas terhadap mata kanan atau tangan kanan mereka. O sangat berhati-hatilah di sini; jiwamu bergantung padanya. Petobat sejati mengambil Kristus sepenuhnya, dan mengambil-Nya demi segalanya, tanpa pengecualian, tanpa batasan, tanpa syarat. Ia bersedia memiliki Kristus apapun syaratnya; ia bersedia berada di bawah kuasa Kristus sekaligus keselamatan Kristus. Ia berkata bersama Paulus, ‘Tuhan, apa yang Engkau mau aku lakukan?’ (terjemahan dari King James Version) Apapun, Tuhan. Ia menyerahkan lembar kosong supaya Kristus menuliskan syarat-syarat-Nya sendiri.

(bersambung…)


About this entry