Natur pertobatan (19)

[2] Kita berpaling kepada hukum, ketetapan, dan jalan Kristus. Hati yang dulunya melawan hal-hal ini, dan tidak sanggup menanggung keketatan ikatan-ikatan ini, keseriusan cara-cara ini, sekarang jatuh cinta dengan hal-hal ini, dan memilih mereka sebagai peraturan dan pembimbingnya untuk selamanya.

Empat hal, saya amati, dikerjakan Tuhan dalam setiap petobat sejati, dalam kaitannya dengan hukum dan jalan Kristus, yang olehnya engkau bisa mengetahui statusmu, jika engkau mau setia kepada jiwamu sendiri. Karena itu, taruhlah matamu pada hatimu sementara engkau membaca.

(i) Pertimbangannya dibawa untuk menyetujui mereka dan mengikuti mereka sebagai yang paling benar dan masuk akal. Pikirannya dibawa untuk menyukai jalan-jalan Tuhan, dan prasangka-prasangka korup yang dulu melawan mereka sebagai tidak masuk akal dan tidak dapat ditolerir, sekarang disingkirkan. Pengertiannya menyetujui mereka semua sebagai kudus, benar, dan baik (Roma 7:12). Betapa Daud terbawa oleh keindahan hukum Tuhan! Betapa ia menulis dengan panjang lebar untuk memujinya, baik karena kualitasnya dan efeknya yang mengagumkan! (Mazmur 19:8-10, dll.).

Ada dua segi pertimbangan, yang absolut dan komparatif. Pertimbangan yang absolut yaitu ketika seseorang berpikir jalan tertentu itu baik secara umum, tapi bukan untuknya, atau dalam situasinya sekarang. Pertimbangan orang yang saleh adalah untuk jalan-jalan Tuhan, dan bukan saja secara absolut, tapi komparatif. Ia menganggap mereka bukan saja terbaik secara umum, tapi terbaik baginya. Ia melihat aturan-aturan keagamaan bukan saja dapat ditolerir, namun diinginkan; ya, lebih diinginkan daripada emas, emas tua; ya, banyak emas tua.

Pertimbangannya sepenuhnya yakin bahwa adalah paling baik untuk menjadi kudus, adalah paling baik untuk menjadi ketat, bahwa ini adalah jalan yang paling sesuai, dan baginya ini adalah pilihan yang paling bijak, rasional, dan indah. Dengarlah pertimbangan orang yang saleh; ‘Aku tahu, ya Tuhan, bahwa hukum-hukum-Mu adil; aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua; aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci’ (Mazmur 119:75,127,128). Perhatikan, ia menyetujui segala yang dituntut Tuhan, dan tidak menyetujui segala yang dilarang-Nya. ‘Engkau adil, ya Tuhan, dan hukum-hukum-Mu benar. Telah Kauperintahkan peringatan-peringatan-Mu dalam keadilan dan dalam kesetiaan belaka. Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya’ (Mazmur 119:137-138,160). Lihatlah bagaimana bersedia dan total ia tunduk; ia menyatakan persetujuannya kepadanya, dan segala sesuatu yang terkandung di dalamnya.

(bersambung…)


About this entry