Natur pertobatan (20)

(ii) Keinginan hatinya adalah mengetahui segenap pikiran Kristus. Ia tidak akan mengabaikan satu dosa, ataupun mengabaikan satu kewajiban yang dituntut darinya. Ini adalah nafas alami dan sungguh-sungguh dari suatu hati yang disucikan: ‘Tuhan, jika ada kejahatan apa pun dalam diriku, kiranya Engkau menyatakannya. Apa yang tidak kuketahui, ajarkan kepadaku; dan jika aku telah berdosa, aku tidak akan melakukannya lagi.’ Petobat yang palsu dengan sengaja tidak peduli, ia tidak suka datang kepada terang. Ia bersedia memelihara dosa-dosa tertentu, dan karena itu benci untuk mengetahuinya sebagai dosa, dan tidak akan membiarkan terang masuk melalui jendela itu. Hati yang mengalami kasih karunia bersedia mengetahui seluruh isi hukum Penciptanya. Ia menerima dengan segenap hati Firman yang meyakinkannya tentang kewajiban apa pun yang tidak diketahuinya dan dipedulikannya, atau yang menyingkapkan dosa apa pun yang tersembunyi sebelumnya.

(bersambung…)


About this entry