Perlunya pertobatan (1)

Berikut ini adalah Bab III dari buku “An Alarm to the Unconverted” (Peringatan bagi Yang Belum Bertobat), karya Joseph Alleine.

Mungkin engkau siap berkata, ‘Apa artinya ini semua?’ dan bertanya-tanya mengapa aku mengikuti engkau dengan kesungguhan begitu rupa, masih mendengungkan pelajaran yang sama di telingamu, supaya engkau menyesal dan bertobat. Tapi aku harus berkata kepadamu, seperti Rut kepada Naomi, ‘Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau.’ Seandainya masalahnya tidak penting, seandainya engkau dapat diselamatkan dalam keadaanmu sekarang, aku akan dengan senang membiarkanmu sendiri; tapi tidakkah engkau ingin aku peduli terhadap engkau, saat aku melihat engkau akan binasa? Demi Tuhan yang hidup, yang di hadapan-Nya aku ada, aku tidak punya harapan sedikitpun untuk melihat wajahmu di sorga, kecuali engkau bertobat. Aku begitu putus asa akan keselamatanmu, kecuali engkau dimenangkan untuk berpaling dan menyerahkan dirimu kepada Allah dalam kekudusan dan hidup yang baru. Tidakkah Allah berkata, ‘Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah,’ namun engkau heran mengapa hamba-hamba Tuhan bekerja begitu sungguh demi engkau? Jangan menganggapnya aneh jika aku sungguh-sungguh terhadap engkau supaya engkau mengikuti kekudusan, dan rindu untuk melihat rupa Allah padamu. Tidak pernah seorangpun, dan tak akan pernah seorangpun, masuk sorga dengan cara lain kecuali cara ini. Pertobatan yang dijelaskan bukanlah pencapaian yang muluk orang-orang Kristen yang hebat, tapi setiap jiwa yang diselamatkan melalui perubahan ini.

Seorang Romawi yang agung pernah berkata, ketika ia dengan terburu-buru ingin mengirimkan gandum ke suatu kota yang dilanda kelaparan, sementara para awak kapal enggan untuk berlayar di tengah badai, ‘Adalah keharusan bagi kita untuk berlayar—bukanlah keharusan bagi kita untuk hidup.’ Apakah itu yang engkau anggap sebagai suatu keharusan? Apakah makananmu suatu keharusan? Apakah nafasmu suatu keharusan? Pertobatanmu lebih lagi merupakan suatu keharusan. Sungguh, inilah satu hal yang merupakan keharusan. Segala milikmu bukan keharusan; engkau dapat menjual segala milikmu demi mutiara yang sangat berharga, namun engkau memperoleh sesuatu yang lebih dari pembelian itu. Hidupmu bukan keharusan; engkau dapat berpisah dengannya demi Kristus, dan mendapatkan keuntungan yang tidak terhingga. Reputasimu bukan keharusan; engkau boleh dihina demi nama Kristus, namun bahagia; ya, engkau lebih bahagia dalam penghinaan daripada dalam reputasi. Akan tetapi pertobatanmu adalah keharusan; keselamatanmu tergantung padanya; dan tidakkah perlu bagimu memperhatikan masalah yang begitu penting seperti ini? Pada satu poin ini bergantung kehidupan atau kebinasaan kekalmu.

Tapi aku akan lebih khusus menunjukkan perlunya pertobatan dalam lima hal.

(bersambung…)


About this entry