Perlunya pertobatan (3)

Juga, tanpa pertobatan tujuan hidupmu buruk adanya. Jiwa yang belum bertobat ialah tempat bersembunyi segala burung yang najis (Wahyu 18:2), kuburan yang penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran (Matius 23:27), bangkai menjijikkan yang penuh dengan belatung, dan mengirimkan bau yang sangat memuakkan kepada Allah (Mazmur 14:3). Oh sungguh mengerikan! Belum jugakah engkau melihat bahwa suatu perubahan sungguh diperlukan? Tidakkah menyedihkan untuk menyaksikan bejana-bejana emas yang dikuduskan dalam bait Allah dijadikan mangkok-mangkok kemabukan, dan dicemari dengan penyembahan berhala? (Daniel 5:2-3). Tidakkah itu memuakkan orang-orang Yahudi ketika Antiochus meletakkan gambar babi di pintu masuk bait Allah? Betapa lebih memuakkan, jika demikian, seandainya bait suci itu sendiri dijadikan sebuah kandang atau rumah pelacur; dan ruang maha suci dijadikan rumah Baal! Inilah keadaan orang yang belum lahir kembali. Seluruh anggota tubuhmu dijadikan alat-alat kejahatan, pelayan-pelayan Setan, dan hatimu yang terdalam menjadi penampung kenajisan. Engkau dapat melihat tamu-tamu seperti apa yang ada di dalam dari apa yang keluar; karena ‘dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat’ (Matius 15:19). Seluruh kehitaman ini menunjukkan neraka seperti apa yang ada di dalam.

O penyelewengan yang keterlaluan! melihat jiwa yang dilahirkan dari sorga direndahkan kepada kejahatan seperti itu; melihat kemuliaan ciptaan Allah, yang terutama dari karya Allah, penguasa dunia yang di bawah ini, makan makanan babi bersama anak yang hilang! Betapa suatu ratapan melihat yang biasa makan yang sedap-sedap mati bulur di jalan-jalan; dan anak-anak Sion yang berharga, yang setimbang dengan emas tua, sungguh mereka dianggap belanga-belanga tanah; dan yang biasa duduk di atas bantal kirmizi terbaring di timbunan sampah? (Ratapan 4:2,5). Dan tidakkah lebih mengerikan melihat satu-satunya makhluk yang memiliki kekekalan dalam dunia yang di bawah ini dan membawa rupa Allah, menjadi seumpama bejana yang buruk, dan digunakan untuk keperluan yang paling kotor? O kehinaan yang tidak dapat ditolerir! Lebih baik engkau dihancurkan berkeping-keping, daripada terus terpuruk dalam kegunaan yang begitu hina.

(bersambung…)


About this entry