Bagaimana mengetahui apakah engkau sungguh-sungguh seorang Kristen (3)

Judul asli artikel ini yaitu True Grace Distinguished from the Experience of Devils (Kasih Karunia Sejati Dibedakan dari Pengalaman Setan) tulisan Jonathan Edwards, tahun 1752. Hak cipta versi modern ini (1994) ada pada William Carson. Ijin diberikan untuk memperbanyak, selama tulisan ini tidak diubah, dan catatan ini disertakan dalam setiap kopi, dan tidak dijual demi keuntungan.

“Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.” ~Yakobus 2:19

Pengalaman rohani sejati memiliki sumber yang lain
Sekarang kita tiba pada pertanyaan, jika berbagai macam pengalaman dan perasaan ini datang tidak lebih dari apa yang dapat dialami iblis, pengalaman macam apa yang benar-benar rohani dan kudus? Apa yang harus saya temukan dalam hati saya sebagai tanda pasti kasih karunia Allah? Perbedaan-perbedaan apa yang menunjukkan bahwa pengalaman-pengalaman tersebut berasal dari Roh Kudus?
Inilah jawabannya: perasaan dan pengalaman yang merupakan tanda kasih karunia Allah berbeda dari pengalaman iblis dalam sumber dan hasilnya.
Sumbernya yaitu perasaan keindahan kudus yang melimpah akan hal-hal Allah. Saat seseorang menangkap dalam pikirannya, atau lebih tepatnya, saat ia merasakan hatinya sendiri tertawan oleh ketertarikan Ilahi, inilah tanda pasti pekerjaan Allah.
Iblis dan orang binasa dalam neraka tidak dan tidak akan pernah mengalami bahkan sedikitpun hal ini. Sebelum kejatuhannya, iblis memiliki perasaan ini terhadap Allah. Namun dalam kejatuhan mereka, mereka kehilangan hal ini, satu-satunya hal yang dapat terhilang dari pengetahuan mereka akan Allah. Kita telah melihat bagaimana iblis memiliki pengertian yang jelas tentang seberapa kuatnya Allah, keadilan, kekudusan-Nya, dan seterusnya. Mereka tahu banyak fakta tentang Allah. Namun sekarang mereka tidak mengerti seperti apa Allah itu. Mereka tidak dapat mengetahui seperti apa Allah itu sama seperti seorang buta tidak dapat mengetahui warna! Iblis dapat memiliki perasaan yang kuat akan kemuliaan Allah, tetapi mereka tidak melihat keindahan-Nya. Mereka telah menyaksikan karya-Nya di antara umat manusia selama ribuan tahun, dengan perhatian yang paling dekat; namun mereka tidak pernah melihat bahkan seberkas keindahan-Nya. Tidak peduli berapa banyak yang mereka ketahui tentang Allah (dan kita telah melihat bahwa mereka sungguh tahu banyak), pengetahuan yang mereka miliki tidak akan pernah membawa mereka kepada pengenalan yang lebih tinggi dan rohani seperti apa Allah itu. Sebaliknya, semakin mereka tahu tentang Allah, semakin mereka membenci-Nya. Keindahan Allah berada terutama dalam kekudusan atau kesempurnaan moral; inilah yang mereka paling benci. Karena Allah kudus, iblis membenci-Nya. Mungkin jika Allah kurang kudus, iblis akan kurang membenci-Nya. Yang pasti iblis akan membenci makhluk kudus manapun. Tentu mereka lebih-lebih membenci Allah, karena Allah tidak terhingga kekudusan, hikmat, dan kuasa-Nya!
Orang jahat, termasuk mereka yang hidup hari ini, akan pada hari penghakiman melihat segalanya yang dapat dilihat pada Yesus Kristus, kecuali keindahan-Nya. Tak satu halpun tentang Kristus yang dapat kita pikirkan, yang tidak akan dinyatakan di hadapan mereka dalam terang yang paling kuat pada hari yang benderang itu. Orang jahat akan melihat Yesus “datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” (Markus 13:26). Mereka akan melihat kemuliaan-Nya, yang jauh melebihi apa yang mungkin kita bayangkan sekarang. Engkau tahu orang jahat akan sungguh-sungguh diyakinkan siapa sesungguhnya Kristus itu. Mereka akan diyakinkan tentang kemahatahuan-Nya, saat mereka melihat segala dosa mereka ditampilkan kembali dan diperhitungkan. Mereka akan tahu secara langsung keadilan Kristus, saat hukuman mereka diumumkan. Otoritas-Nya akan dinyatakan dengan benar-benar meyakinkan saat setiap lutut bertelut, dan setiap lidah mengaku Yesus sebagai Tuhan (Filipi 2:10,11). Kemuliaan ilahi akan dinyatakan atas mereka dalam cara yang efektif, saat orang jahat dilemparkan ke dalam neraka, dan masuk ke dalam penderitaan dan kematian yang final (Wahyu 20:14,15). Saat ini terjadi, segala yang mereka ketahui tentang Allah, meskipun benar dan kuat, tidak akan bernilai apa-apa, dan bahkan lebih rendah, karena mereka tidak akan melihat keindahan Kristus.
Jadi, di sinilah perbedaan antara kasih karunia yang menyelamatkan dari Roh Kudus dan pengalaman setan: melihat keindahan Kristus membuat pengalaman Kristen sejati berbeda dari segala sesuatu yang lain. Iman umat pilihan Allah berdasar atas hal ini. Saat seseorang melihat keutamaan injil, ia merasakan keindahan dan kebaikan rencana keselamatan ilahi. Pikirannya yakin bahwa itu dari Allah, dan ia mempercayainya dengan segenap hatinya. Seperti dikatakan rasul Paulus di 2 Korintus 4:3-4, “Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.” Artinya, seperti dijelaskan sebelumnya, orang-orang yang tidak percaya pun dapat melihat bahwa ada injil, dan mengerti fakta-faktanya, tetapi mereka tidak melihat cahayanya. Cahaya injil adalah kemuliaan Kristus, kekudusan-Nya dan keindahan-Nya. Berikutnya kita membaca, 2 Korintus 4:6, “Sebab Allah yang telah berfirman: ‘Dari dalam gelap akan terbit terang!,’ Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.” Jelas, terang ilahi inilah, yang bercahaya di dalam hati kita, yang memampukan kita melihat keindahan injil dan memiliki iman yang menyelamatkan dalam Kristus. Cahaya supernatural ini menunjukkan kepada kita keindahan dan kebaikan Yesus, dan meyakinkan kita akan kecukupan-Nya sebagai Juruselamat kita. Hanya Juruselamat yang semulia itu yang dapat menjadi Pengantara kita, berdiri di antara orang-orang berdosa yang bersalah dan layak dihukum seperti kita, dan Allah yang tidak terhingga kudusnya. Cahaya supernatural ini memberi kita pengertian akan Kristus yang meyakinkan kita dalam cara yang tidak dapat dikerjakan segala sesuatu yang lain.
Pengalaman rohani sejati mengubah hati
Ketika seorang berdosa yang paling jahat melihat keindahan ilahi Kristus, ia tidak lagi berspekulasi mengapa Allah berkenan menyelamatkannya. Sebelumnya, ia tidak dapat mengerti bagaimana darah Kristus dapat membayar hukuman dosa. Namun sekarang ia dapat melihat darah Kristus begitu berharga, dan bagaimana darah Kristus layak untuk diterima sebagai penebus dosa-dosa yang paling mengerikan. Sekarang jiwanya dapat mengerti bahwa ia diterima Allah bukan karena dirinya, melainkan karena nilai yang Allah taruh pada darah, ketaatan, dan syafaat Kristus. Melihat nilai dan kelayakan ini memberi istirahat kepada jiwa yang miskin dan bersalah, istirahat yang tidak dapat ditemukan di khotbah atau buku manapun.
Saat seseorang melihat fondasi iman dan percaya yang benar dengan matanya sendiri, inilah iman yang menyelamatkan. “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 6:40). “Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” (Yohanes 17:6-8).
Pemandangan keindahan ilahi Kristus inilah yang memukau kehendak dan menarik hati manusia. Pemandangan kebesaran Allah dalam kemuliaan-Nya bisa memberati manusia, dan lebih daripada apa yang dapat mereka terima. Ini akan terlihat pada hari penghakiman, ketika orang jahat akan dibawa ke hadapan Allah. Mereka akan kewalahan, ya, namun kebencian hati akan tetap memiliki kekuatan penuh dan perlawanan akan terus berlanjut. Namun sebaliknya, secercah sinar kemuliaan moral dan rohani Allah dan keindahaan agung Kristus yang menyinari hati menaklukkan segala kebencian. Jiwa manusia terdorong untuk mengasihi Allah seperti oleh suatu kekuatan mahakuasa, sehingga sekarang bukan hanya pengertian, tetapi juga seluruh keberadaannya menerima dan memeluk Juruselamat yang penuh kasih.
Pengertian akan keindahan Kristus ini merupakan permulaan iman sejati dalam hidup seorang petobat sejati. Ini cukup berbeda dari perasaan samar-samar bahwa Kristus mengasihinya atau mati baginya. Perasaan samar-samar seperti ini dapat menyebabkan semacam kasih dan sukacita, karena seseorang merasa bersyukur lepas dari hukuman atas dosa mereka. Pada kenyataannya, perasaan semacam ini didasari oleh cinta diri, dan bukan kasih kepada Kristus sama sekali. Sungguh sedih bahwa begitu banyak orang tertipu oleh iman palsu ini. Sebaliknya, seberkas kemuliaan Allah di wajah Yesus Kristus menyebabkan kasih sejati kepada Allah. Ini karena cahaya ilahi menunjukkan keindahan yang luar biasa akan natur Allah. Kasih yang didasari oleh hal ini jauh, jauh melebihi apapun yang datang dari cinta diri, yang dapat dimiliki iblis juga. Kasih sejati kepada Allah yang datang dari melihat keindahan-Nya menyebabkan sukacita rohani dan kudus dalam jiwa; sukacita dalam Allah, dan kesukaan dalam Dia. Tidak ada sukacita dalam diri kita sendiri, melainkan dalam Allah saja.

(bersambung…)


About this entry