Bagaimana mengetahui apakah engkau sungguh-sungguh seorang Kristen (4)

Judul asli artikel ini yaitu True Grace Distinguished from the Experience of Devils (Kasih Karunia Sejati Dibedakan dari Pengalaman Setan) tulisan Jonathan Edwards, tahun 1752. Hak cipta versi modern ini (1994) ada pada William Carson. Ijin diberikan untuk memperbanyak, selama tulisan ini tidak diubah, dan catatan ini disertakan dalam setiap kopi, dan tidak dijual demi keuntungan.
“Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.” ~Yakobus 2:19

Pengalaman rohani sejati memiliki hasil yang berbeda
Pemandangan keindahan hal-hal ilahi akan menyebabkan kerinduan sejati akan hal-hal Allah. Kerinduan ini berbeda dari kerinduan iblis, yang disebabkan karena mereka tahu bahwa kebinasaan menunggu mereka, dan mereka berharap tidak demikian adanya. Kerinduan yang datang dari pemandangan akan keindahan Kristus adalah kerinduan bebas yang alami, seperti seorang bayi merindukan susu. Karena kerinduan ini begitu berbeda dari kerinduan yang palsu, hal ini bisa membedakan pengalaman kasih karunia yang sejati dari yang palsu.
Pengalaman rohani palsu cenderung menghasilkan kesombongan, yang merupakan dosa khusus iblis. “Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis” (1 Timotius 3:6). Kesombongan adalah akibat tak terhindarkan dari pengalaman rohani palsu, meskipun pengalaman ini seringkali tertutup oleh penyamaran kerendahan hati yang sangat besar. Pengalaman palsu terpikat dengan diri dan bertumbuh pada diri. Ia hidup dengan menunjukkan dirinya melalui berbagai cara. Seseorang dapat memiliki kasih yang besar kepada Allah, dan bangga akan kebesaran kasihnya. Ia dapat menjadi sangat rendah hati, dan sangat bangga dengan kerendahan hatinya. Akan tetapi emosi dan pengalaman yang datang dari kasih karunia Allah tepat berlawanan. Karya sejati Allah dalam hati menyebabkan kerendahan hati. Ia tidak menyebabkan penonjolan diri. Pengertian keindahan Kristus yang menakjubkan, kudus, dan mulia membunuh kesombongan dan merendahkan jiwa. Hanya cahaya keindahan Allah, dan itu saja, yang dapat menunjukkan keburukan jiwa. Saat seseorang sungguh-sungguh mengerti hal ini, ia tanpa dapat dihindari memulai suatu proses membuat Allah semakin besar, dan dirinya semakin kecil.
Akibat yang lain dari kasih karunia Allah yaitu orang tersebut akan membenci segala kejahatan dan berespon kepada Allah dengan hati dan hidup yang suci. Pengalaman palsu bisa menyebabkan semangat, dan bahkan apa yang umumnya disebut agama. Akan tetapi semangat ini bukan untuk pekerjaan baik. Agama mereka bukanlah melayani Allah, melainkan melayani diri sendiri. Beginilah rasul Yakobus mengatakannya dalam konteks yang sama, “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?” (Yakobus 2:19-20). Dengan kata lain, perbuatan baik adalah bukti pengalaman sejati kasih karunia Allah. “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran” (1 Yohanes 2:3-4). Ketika hati terpesona oleh keindahan Kristus, bagaimana lagi ia dapat berespon?
Pemandangan keindahan Kristus—pemberian Allah yang terbesar!
Betapa luar biasa kebaikan dan agama sejati yang datang dari pemandangan keindahan Kristus! Di sini engkau memiliki pengalaman yang paling indah milik orang-orang kudus dan malaikat di sorga. Di sini engkau memiliki pengalaman terbaik Yesus Kristus sendiri. Meskipun kita hanya makhluk, ini merupakan semacam partisipasi dalam keindahan Allah sendiri. “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi” (2 Petrus 1:4). “Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya” (Ibrani 12:10). Karena kuasa pekerjaan ilahi ini, Allah tinggal di dalam umat-Nya dan umat Allah di dalam Dia. “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (1 Yohanes 4:16).
Relasi spesial ini membuat orang yang terlibat di dalamnya begitu bahagia dan diberkati. Ini adalah pemberian khusus Allah, yang Ia berikan hanya kepada umat pilihannya. Emas, perak, permata, dan kerajaan-kerajaan duniawi diberikan Allah kepada orang-orang yang disebut Alkitab sebagai anjing dan babi. Namun pemberian pemandangan keindahan Kristus ini adalah berkat khusus Allah bagi anak-anak yang dikasihi-Nya. Darah dan daging tidak dapat memberikan pemberian ini: hanya Allah dapat memberikannya. Ini adalah pemberian spesial yang untuknya Kristus mati demi umat pilihan-Nya. Ini adalah tanda tertinggi kasih-Nya yang tidak berkesudahan, buah terbaik pekerjaan-Nya, dan pembelian paling berharga oleh darah-Nya. Melalui pemberian ini, lebih dari apapun, orang-orang kudus bercahaya dalam dunia. Pemberian ini, lebih dari apapun, adalah kekuatan dan penghiburan mereka. Tidak mungkin jiwa yang memiliki pemberian ini akan binasa. Inilah pemberian hidup kekal. Inilah hidup kekal yang dimulai: mereka yang memilikinya tidak dapat binasa. Inilah fajar kemuliaan. Ia datang dari sorga, ia memiliki kualitas sorgawi, dan ia akan membawa pemiliknya ke sorga. Mereka yang memiliki pemberian ini boleh mengembara di padang belantara atau diombang-ambingkan oleh ombak di laut, namun mereka akan tiba di sorga pada akhirnya. Di sana cahaya sorgawi ini akan disempurnakan dan ditambah. Di sorga jiwa orang-orang kudus akan diubah menjadi api yang cemerlang dan murni, dan mereka akan bersinar seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka. Amin.

Lihat artikel sebelumnya dalam seri ini:
Bagaimana mengetahui apakah engkau sungguh-sungguh seorang Kristen (1)
Bagaimana mengetahui apakah engkau sungguh-sungguh seorang Kristen (2)
Bagaimana mengetahui apakah engkau sungguh-sungguh seorang Kristen (3)


About this entry