Perlunya pertobatan (4)

2: Bukan hanya manusia, tetapi seluruh ciptaan yang kelihatan sia-sia tanpa pertobatan. Allah telah menjadikan segala makhluk yang kelihatan di langit dan bumi untuk melayani manusia, dan hanya manusialah juru bicara bagi semua yang lain. Manusia, dalam dunia, adalah seperti lidah bagi tubuh, yang berbicara bagi semua anggotanya. Makhluk yang lain tidak dapat memuji Penciptanya, kecuali melalui tanda-tanda bisu dan petunjuk bagi manusia bahwa ia harus berbicara bagi mereka. Manusia, seolah-olah, merupakan imam besar ciptaan Allah, untuk mempersembahkan korban pujian bagi semua makhluk yang lain. Tuhan Allah mengharapkan pujian dari segala karya-Nya. Sekarang, semua yang lain membawa persembahan mereka kepada manusia, dan membayarnya melalui tangannya. Dengan demikian, jika manusia bersalah, dan tidak beriman, dan mementingkan diri sendiri, Allah tidak mendapatkan kemuliaan aktif dari karya-Nya.

Betapa mengerikan! bahwa Allah harus membangun dunia seperti ini, dan meletakkan kuasa, hikmat, dan kebaikan yang tidak terhingga padanya, dan segalanya sia-sia; dan bahwa manusia harus bersalah, pada akhirnya, dengan mencuri dan mencemari kemuliaan Allah atas segala sesuatu! O pikirkanlah. Saat engkau belum bertobat, segala jasa makhluk yang lain sia-sia. Makananmu memberimu kekuatan dengan sia-sia. Matahari bersinar atasmu dengan sia-sia. Pakaianmu menghangatkanmu dengan sia-sia. Hewan kendaraanmu mengangkut engkau dengan sia-sia. Singkatnya, jerih payah seluruh ciptaan bagimu sia-sia belaka. Segala jerih payah semua makhluk bagimu, yang dengannya engkau harus melayani Pencipta mereka, adalah jerih payah yang terbuang. Karena itu, ‘segala makhluk sama-sama mengeluh’ (Roma 8:22) di bawah penyelewengan manusia yang tidak dikuduskan yang menyelewengkan segalanya demi melayani nafsunya, bertolak belakang dengan tujuan akhir keberadaan mereka.

(bersambung…)


About this entry