Perlunya pertobatan (6)

4: Tanpa pertobatan sejati pengharapanmu sia-sia. ‘… lenyaplah harapan orang fasik’ (Ayub 8:12-13). ‘TUHAN telah menolak mereka yang telah kaupercayai’ (Yeremia 2:37).

[1] Pengharapan akan penghiburan akan sia-sia. Perlu bagimu untuk bertobat bukan saja untuk keamanan, tetapi juga penghiburan jiwamu. Tanpa ini, engkau tidak akan mengenal damai (Yesaya 59:8). Tanpa rasa takut akan Tuhan engkau tidak dapat memiliki penghiburan Roh Kudus (Kisah Rasul 9:31). Allah berbicara damai hanya kepada umat-Nya dan orang-orang kudus-Nya (Mazmur 85:8). Jika engkau memiliki damai yang palsu dengan berlanjut dalam dosa-dosamu, itu bukanlah dari Tuhan, dan engkau bisa menebak siapa sumbernya. Dosa ialah penyakit yang nyata (Yesaya 1:5), ya, penyakit yang paling parah; ini adalah kusta di kepala (Imamat 13:44); tulah di dalam hati (1 Raja-raja 8:38); keremukan tulang (Mazmur 51:8); ia menusuk, melukai, memporakporandakan, menyiksa (1 Timotius 6:10). Mengharapkan penghiburan sejati sementara berada dalam dosa adalah sama seperti mengharapkan kenyamanan ketika sakit sangat parah, atau patah tulang.

O manusia celaka, yang tidak mungkin memiliki kenyamanan dalam kondisi ini melainkan keadaan mematikan dari penyakitnya! Seorang yang sakit parah bisa berkata dalam keliarannya, ia baik-baik saja; sementara engkau melihat kematian di wajahnya, ia melakukan bisnisnya seperti biasanya, ketika langkahnya yang berikut kemungkinan membawanya ke kubur. Orang yang tidak disucikan sering tidak melihat ada kejanggalan; mereka mengira diri mereka sehat, dan tidak berseru kepada dokter; namun ini justru menunjukkan kebahayaan keadaan mereka.

Dosa secara natural melahirkan penyakit dan gangguan dalam jiwa. Betapa tidak henti-hentinya badai yang melanda pikiran yang tidak pernah puas! Betapa mengerikannya kejahatan nafsu yang tidak kenal kendali! Bukankah nafsu tidak lain adalah demam yang melanda pikiran dan api dalam tulang? Bukankah kesombongan adalah penyakit yang mematikan? Bukankah keserakahan adalah kehausan yang tidak pernah terpuaskan? Bukankah iri hati adalah racun dalam hati? Kemalasan rohani merupakan pembengkakan dalam pikiran, dan keamanan duniawi merupakan penyakit yang mematikan. Bagaimana mungkin jiwa tersebut memiliki penghiburan sementara ia menderita berbagai macam penyakit? Akan tetapi kasih karunia yang mempertobatkan menyembuhkan, dan menenangkan pikiran, dan mempersiapkan jiwa untuk mendapatkan kedamaian yang tidak akan pernah sirna. ‘Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka’ (Mazmur 119:165). Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata (Amsal 3:17). Daud memiliki jauh lebih banyak kesenangan dalam Firman ketimbang seluruh istananya (Mazmur 119:103, 127). Hati nurani tidak dapat sungguh-sungguh tenang sampai sepenuhnya disucikan (Ibrani 10:22). Terkutuklah kedamaian yang dipelihara dalam dosa (Ulangan 29:19-20). Dua jenis damai patut lebih ditakuti daripada segala permasalahan dalam dunia: damai dengan dosa, dan damai dalam dosa.

(bersambung…)


About this entry