Perlunya pertobatan (8)

(lanjutan dari Perlunya pertobatan (6) dan (7))

Keberatan: Tapi kita berharap dalam Yesus Kristus, kita menaruh percaya kita sepenuhnya pada Tuhan, dan karena itu tidak ragu bahwa kita akan diselamatkan.

Jawaban: Ini bukanlah pengharapan dalam Kristus, melainkan pengharapan melawan Kristus. Berharap melihat kerajaan Allah tanpa lahir kembali, berharap menemukan hidup kekal di jalan yang lebar, adalah berharap Kristus adalah nabi palsu. Permohonan Daud yaitu ‘aku berharap kepada firman-Mu’ (Mazmur 119:81). Namun pengharapan yang demikian adalah melawan Firman Allah. Tunjukkanlah firman Kristus mengenai pengharapanmu bahwa Ia akan menyelamatkan engkau dalam ketidakpedulianmu atau dalam pengabaianmu akan pelayanan-Nya, dan aku tidak akan pernah berusaha menggoyahkan keyakinanmu.

Allah menolak pengharapan ini dengan kebencian. Mereka yang didakwa oleh sang nabi terus melakukan dosa; namun, kata sang nabi, ‘mereka bersandar kepada TUHAN’ (Mikha 3:11). Tuhan tidak akan bersedia dijadikan sandaran oleh orang-orang dalam dosa mereka. Tuhan menolak orang-orang berdosa yang terus melakukan dosa namun bersandar kepada Allah Israel, seperti seseorang menyingkirkan duri-duri yang lengket pada pakaiannya.

Jika pengharapanmu berharga, itu akan menyucikanmu dari dosa-dosamu (1 Yohanes 3:3), tapi terkutuklah pengharapan yang membiarkan manusia dalam dosa-dosa mereka.

Keberatan: Apakah engkau ingin kamu putus asa?

Jawaban: Engkau harus putus asa pergi ke sorga selama engkau tidak bertobat. Engkau harus putus asa melihat wajah Allah tanpa kekudusan. Akan tetapi engkau sama sekali tidak boleh putus asa menemukan belas kasihan atas penyesalan dan pertobatanmu yang menyeluruh. Engkau juga tidak boleh putus asa mendapatkan penyesalan dan pertobatan melalui penggunaan sarana-sarana Allah.

(bersambung…)


About this entry