Bagaimana mencari Tuhan (dan ditemukan oleh-Nya)

Artikel berikut ini diterjemahkan dengan sedikit pengeditan dari artikel How To Seek The Lord (And Be Found Of Him), Buletin Pilgrim Covenant Church, tanggal 13 Februari 2000. Artikel ini ditulis oleh Pastor Lim Jyh Jang.

“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya” (Yesaya 55:6-7).

Panggilan yang jelas dari nabi Yesaya ini berlaku untuk Anda, sahabat yang terkasih, jika Anda belum bertobat. Hidup Anda bukan saja tanpa arti di dunia—karena begitu singkat, tetapi jiwa Anda, yang permanen, akan penuh siksaan dan perasaan bersalah sepanjang kekekalan jika Anda meninggal tanpa Kristus. “Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup,” seru Amos (Amos 5:6a). Saya naif jika saya mengira beberapa kalimat di atas akan membuat Anda ingin mencari Tuhan, tapi saya ingin mendesak Anda mempertimbangkan apa yang saya perlu katakan, sebab hanya karena saya percaya ada harapan bagi Andalah saya datang kepada Anda dengan kata-kata yang ‘tidak enak’ seperti ini. Seandainya saya yakin bahwa tidak ada jalan keluar bagi Anda karena pemberontakan Anda, saya akan lebih memilih membiarkan Anda hidup dengan damai sementara Anda bisa. Akan tetapi, sebagai orang yang pernah berada di posisi Anda sebelumnya, dan disadarkan betapa nyarisnya saya terjatuh ke dalam kekekalan tanpa Kristus, adalah terlalu tidak bertanggung jawab dan tidak tahu berterima kasih bagi saya untuk tetap diam. “Sebab kasih Kristus yang menguasai kami” (2 Korintus 5:14a).

Jika saya masih mendapat perhatian Anda sampai saat ini, saya kira satu pertanyaan yang pasti menganggu Anda yaitu kenapa judul artikel ini ditulis demikian ketimbang “Bagaimana mencari Tuhan dan menemukan-Nya.” Jawabannya cukup sederhana: kecuali Tuhan menemukan Anda, atau lebih tepatnya, kecuali Tuhan lebih dulu mengubah hati Anda, Anda tidak dapat menemukan-Nya. Rasul Paulus, mengutip Perjanjian Lama, bersikeras: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak” (Roma 3:10-12). Semua orang yang belum bertobat, tanpa terkecuali, berada dalam belenggu dosa (ayat 9), dan karena itu tidak mampu, apalagi rindu, mencari Allah. Jika orang yang belum bertobat tidak bersedia dan tidak sanggup mencari Tuhan dengan jujur dan dengan segenap hati, bagaimana ia dapat menemukan-Nya? Lebih dari itu, Tuhan Yesus Kristus mengajarkan bahwa “… sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yohanes 3:3). Jika demikian bagaimana mungkin seorang yang belum bertobat mencari dan menemukan Tuhan? Jadi kita melihat bahwa meskipun Yesaya dan Amos mendesak kita untuk mencari, Anda tidak dapat diselamatkan dengan usaha Anda mencari saja. Keselamatan sepenuhnya oleh kasih karunia Allah: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Efesus 2:8). Anda harus dibangkitkan secara rohani (Efesus 2:5; Yohanes 5:24) dan hati Anda harus diubah oleh Allah. Pada saat itu, bukannya Anda menemukan Tuhan, Anda akan ditemukan oleh-Nya. Inilah mengapa John Newton dalam pujiannya yang indah, Amazing Grace, mengaku “I once was lost, but now am found / Was blind, but now I see” (Dulu aku terhilang, namun sekarang ditemukan / Dulu buta, namun sekarang melihat). Ia tahu bahwa ia tidak menemukan Allah, melainkan Allah menemukannya—sama seperti perempuan yang menemukan koinnya yang hilang dan gembala yang menemukan dombanya yang hilang (Lukas 11:1-10, dan bukan sebaliknya.

Jadi, sahabat yang terkasih, ingatlah bahwa pada akhirnya bukan oleh usaha Anda sendiri Anda mengalami pertobatan. “Segala kesalehan kami,” kata Yesaya, “seperti kain kotor” (Yesaya 64:6). Pencarian Anda tidak menjamin Anda akan menemukan Allah. Tapi Anda memiliki harapan yang besar akan keselamatan jika Anda mencari. Jonathan Edwards, teolog dan filsuf Puritan, sedang berbicara tentang harapan ini ketika ia berkata, “Allah biasanya memberi sukses kepada mereka yang dengan rajin, dan terus-menerus, dan dengan tekun mencari pertobatan” (Khotbah dari Hosea 5:15, dalam Karya-karya 2.87b). Di lain pihak, jika Anda tidak mempedulikan panggilan untuk mencari, Anda hampir pasti dijamin binasa dalam dosa-dosa Anda.

Oh, sahabat, ini adalah suatu hal yang begitu penting. Nasib kekal Anda sedang dipertaruhkan. Saya tahu Anda tidak mengenal Kristus, apalagi mencintai-Nya dan berpegang pada-Nya, namun saya yakin Anda peduli akan jiwa Anda. Anda mungkin belum memikirkan jiwa Anda namun Anda tahu Anda memiliki jiwa karena Anda memiliki perasaan moral yang tidak dimiliki binatang. Dengan demikian, ijinkan saya mendesak Anda untuk meluangkan waktu memikirkan ke mana jiwa Anda, yaitu diri Anda, akan pergi jika Anda harus meninggal malam ini. Renungkan hidup Anda dan pikirkan keberdosaan Anda di hadapan Allah yang Mahasuci. Ya, Allah bukan saja Allah yang kasih, namun Ia adalah Allah yang mutlak adil dan suci. Nabi Habakuk berbicara mengenai Tuhan, “Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman” (Habakuk 1:13a). Jika Anda tinggal dalam dosa Anda,—dan Anda akan tetap tinggal jika Anda tidak didiami oleh Roh Kudus dan diwakili oleh Kristus,—Anda akan dibuang ke dalam kegelapan dan siksa neraka untuk menanggung hukuman yang tak terkira. Demikian tertulis dalam Alkitab, “… manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27). Pada hari penghakiman, segala rahasia manusia akan ditelanjangi (Pengkhotbah 12:14; Roma 2:16). Oh, tidakkah Anda akan berusaha mengerti teror yang menanti Anda? Dan bersamaan dengan itu, ijinkan saya mendesak Anda, “Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” Untuk ini, ijinkan saya memberi Anda beberapa petunjuk sederhana bagaimana Anda harus mencari. Jika Anda menginginkan sesuatu yang lebih mendetil, ijinkan saya merekomendasikan “Petunjuk Pasti ke Sorga” atau “Peringatan bagi Yang Belum Bertobat” tulisan Joseph Alleine atau “Jalan yang Sempit” oleh William C. Nichols.

Pertama, ijinkan saya mendesak Anda untuk meninggalkan jalan hidup Anda yang penuh dosa. Yesaya berkata, “Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya.” Apakah Anda memiliki kebiasaan atau dosa tertentu yang Anda tahu tidak memperkenan Allah? Perhatikan kata-kata Yesaya: “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” (Yesaya 59″2). Apakah Anda melakukan perbuatan-perbuatan imoral? Bertobatlah, dan tinggalkan perbuatan-perbuatan itu. Apakah Anda mempunyai kebiasaan buruk—menggosip, berbohong, minum-minum—tinggalkan itu semua dan berhentilah melakukannya. Apakah Anda sedang berada dalam perselingkuhan atau sering berteman dengan teman-teman yang tidak baik? Kecuali Anda memisahkan diri, Anda akan tertarik kembali kepada jalan hidup Anda yang lama. Ya, benar bahwa Anda mungkin belum meraih kemenangan penuh sebelum hati Anda diperbaiki oleh Allah, tapi jika Anda serius mencari Dia, tidakkah Anda mau mengerahkan segala usaha untuk menjauhkan diri Anda dari kebiasaan-kebiasaan, perbuatan-perbuatan, dan persahabatan-persahabatan ini? Tidakkah Anda mau mengatur kegiatan sehari-hari Anda supaya mereka tidak mengganggu pencarian Anda akan Allah?

Kedua, Anda juga harus mengusahakan segala cara untuk menyingkirkan pikiran-pikiran berdosa. “Baiklah … orang jahat meninggalkan rancangannya.” Kalau Anda rentan terhadap fantasi imoral, kalau Anda cenderung merancang kejahatan, kalau Anda menimbun kekesalan dan membayangkan balas dendam terhadap musuh-musuh Anda, Anda harus secara aktif membuang pikiran-pikiran tersebut. Apakah Anda secara natur seorang yang sombong? Kecuali Anda merendahkan diri, Anda tidak seharusnya berharap ditunjukkan kasih karunia (Lukas 14:8). Dan ya, jika Anda mengira Anda dapat pergi ke sorga semata-mata dengan disiplin dan ketaatan lahiriah terhadap Hukum-hukum Allah, Anda harus membuang pikiran ini juga.

Ketiga, meskipun ketaatan lahiriah terhadap Hukum Taurat, dan penggunaan sarana kasih karunia—doa, pembacaan Firman, pendengaran Firman, dan lain-lain—tidak akan menghasilkan keselamatan, hal-hal ini mutlak penting. “… baiklah ia kembali kepada TUHAN,” seru Yesaya. Jika Anda tidak menggunakan waktu untuk membaca dan mendengar Firman, Anda sama sekali tidak mungkin dikatakan mencari. “… iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Roma 10:17). Doa juga penting. Seseorang mungkin keberatan: “Bukankah Amsal 15:8 mengajarkan bahwa doa orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN?” Biarlah David Clarkson menjawab: “Ada kekejian dalam doa orang fasik, namun baginya untuk berdoa bukanlah suatu kekejian; itu adalah kehendak yang baik dan diperkenan Allah, apa yang Ia perintahkan.” Menangislah demi belas kasihan, sahabat yang terkasih. Merataplah atas dosa-dosa Anda dan mohonlah pengampunan atas kejahatan Anda yang besar terhadap Dia. Berserulah kepada Tuhan untuk mengambil hati Anda yang keras dan menggantikannya dengan hati yang taat. Berserulah kepada-Nya untuk pencerahan ketika Anda membaca Firman. Sahabat, saya tidak dapat melebih-lebihkan pentingnya doa dan pembacaan serta pendengaran Firman. Saya yakin bahwa jika Tuhan sudi mengaruniakan kepada Anda pengalaman pertobatan, Anda entah akan sedang mendengar Firman, membaca Firman, atau berdoa dengan sungguh-sungguh. Ingatlah bahwa tidak semua orang mengalami pertobatan yang dramatis. Sebagian dari kita mungkin dipenuhi dengan perasaan diangkatnya beban dosa kita, dan dipenuhi dengan banjir kasih kepada Tuhan serta sukacita yang tidak dapat dijelaskan. Yang lain mungkin tidak merasakan apa-apa tetapi meskipun demikian yakin bahwa dosa-dosa mereka diampuni. Meskipun kelahiran baru itu tiba-tiba, hal ini mungkin tidak disadari lama setelah itu terjadi. Akan tetapi, ketika datang, itu akan melalui Firman atau doa.

Akhirnya, ijinkan saya mendesak Anda untuk berjuang sekuat tenaga untuk mencari Tuhan. Dengarlah nasehat Tuhan: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat” (Lukas 13:24). Istilah yang diterjemahkan menjadi ‘berjuang’ dalam bahasa Yunaninya yaitu agonizomai, yang darinya kata Inggris agonise diambil. Anda harus mencari dengan tekun, dengan sepenuh hati, dan rajin bahkan sampai pada titik kelelahan. Tuhan tidak menjamin bahwa Anda akan masuk jika Anda berjuang—ingat bahwa perjuangan Anda sama sekali tidak menghasilkan jasa—tetapi Ia memang mengatakan bahwa jika Anda mencari dengan setengah hati, jangan harap Anda dapat menemukan-Nya. Edwards sungguh benar ketika ia berkata:

Besar kemungkinannya bahwa Allah sudi mengaruniakan karunia [keselamatan] ini kepada seseorang melalui perhatian yang sungguh-sungguh terhadap kebenaran ilahi, dan penggunaan sarana-sarana kasih karunia, dengan perenungan akan keberdosaan dirinya, dan melalui semakin diyakinkannya ia akan keberdosaan dirinya, dan kerusakan total dan kebutuhannya akan kuasa ilahi untuk memulihkan hatinya, untuk memberikan kebaikan, dan melalui semakin disadarkannya ia akan kelemahan, ketidakberdayaan, dan ketidakmampuan dirinya untuk memperoleh kebaikan dengan kekuatannya sendiri (Mengenai Kasih Karunia Efektif, dalam Karya-karya 2.543a-b).

Ijinkan saya, sebagai kesimpulan, mengingatkan Anda bahwa jika Anda mau berlari kepada Kristus demi keselamatan dan memegang-Nya dengan sepenuh hati Anda, Ia bersedia menerima Anda. Meskipun Kristus berkata, “Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya” (Yohanes 6:65), Ia juga berkata, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yohanes 6:37). Dan karena itu Ia memanggil kita, “Marilah, baiklah kita berperkara! … Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba” (Yesaya 1:18). Renungkan Yesaya 53. Apakah untuk dosa-dosa Anda Kristus menderita? Apakah untuk dosa-dosa Anda Ia diremukkan? Kalau Anda sungguh percaya diri Anda adalah seorang pendosa hina yang layak dihukum, Tuhan telah mengubah hati Anda. Datanglah kepada Kristus, meletakkan beban dosa Anda pada-Nya dan peganglah Dia sebagai Juruselamat Anda bahkan jika Anda merasa iman Anda lemah. Ya, bukan iman yang besar yang menyelamatkan, melainkan iman sekecil biji sesawi. Jangan menunggu hingga Anda memiliki iman yang besar untuk mengakui Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan. Anda tidak dapat memiliki iman kecuali Ia lebih dahulu mengubah hati Anda. Namun, jika iman yang kecil itu ada, kita mendapat keyakinan dari Kristus bahwa “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya” (Matius 12:20a). Kristus “datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Matius 9:13). Jika Anda sungguh percaya Anda seorang pendosa, Kristus sedang memanggil Anda. Tidakkah Anda merasakan parahnya dosa Anda? Renungkanlah kerusakan Anda. Adakah kesombongan dalam hati Anda? Adakah sikap menganggap diri Anda lebih baik dari orang lain? Adakah iri hati? Adakah keraguan? Adakah kebencian terhadap perkara-perkara agama? Adakah kecukupan diri? Adakah keengganan untuk mendahulukan Kristus daripada hal-hal duniawi yang Anda kejar? Jika Anda melihat hal-hal ini dalam hati Anda, berserulah dengan jujur kepada Tuhan, dan sadarilah bahwa Kristus dapat mengampuni Anda.

Tidakkah Anda akan menangis di hadapan-Nya seperti janda dalam Lukas 18:1-8 dan tidak memberi-Nya istirahat sampai Ia mengaruniakan kepada Anda hati yang baru atau memberikan kepada Anda keyakinan akan hati yang diubahkan?


About this entry